Harga Pangan Mulai Naik Jelang Idul Adha, Pemprov NTB Siapkan Intervensi Pasar

oleh -118 Dilihat
Sekda NTB Abul Chair.
Sekda NTB Abul Chair.

KabarBaik co, Mataram – Pemerintah Provinsi NTB mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan harga pangan menjelang Idul Adha 1447 Hijriah. Sejumlah komoditas strategis terpantau mulai mengalami kenaikan di beberapa daerah, memicu pemerintah mempercepat langkah intervensi pasar.

Kenaikan harga mulai terlihat pada komoditas minyak goreng, daging ayam ras, bawang merah, hingga gas elpiji tiga kilogram. Kondisi tersebut terpantau di Kota Mataram, Kabupaten Sumbawa, dan Kota Bima.

Situasi itu menjadi perhatian utama dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-NTB yang digelar Selasa (12/5). Pemprov NTB meminta seluruh pemerintah kabupaten/kota bergerak cepat menjaga stabilitas harga dan mencegah gejolak pasar menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat saat Idul Adha.

Sekretaris Daerah NTB, Abul Chair menegaskan pengendalian inflasi harus langsung menyentuh kepentingan masyarakat, terutama dalam menjaga keterjangkauan kebutuhan pokok.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan memiliki makna apabila masyarakat masih kesulitan memenuhi kebutuhan pokok akibat harga yang tidak terkendali,” ujarnya.

Pemprov NTB menyiapkan lima langkah utama pengendalian inflasi, mulai dari memastikan distribusi bahan pokok tetap lancar, memperluas operasi pasar murah, memperkuat kerja sama antar daerah, mempercepat pemantauan harga harian, hingga memperkuat sistem pengendalian inflasi berbasis data.

Menurut Abul Chair, tantangan pengendalian inflasi saat ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga distribusi dan tata niaga di lapangan.

Ia menyoroti masih adanya keterlambatan distribusi barang ke pasar yang memicu kenaikan harga, meski stok sebenarnya tersedia. Selain itu, minimnya informasi ke masyarakat juga dinilai dapat memicu kepanikan belanja.

“Kenaikan harga tidak selalu karena barang langka. Ada juga faktor distribusi yang tidak efisien dan spekulasi pasar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik NTB, Wahyudin menyebut inflasi NTB pada April 2026 berada di angka 3,27 persen dan masih tergolong terkendali, meski sedikit berada di atas rata-rata nasional.
Namun demikian, ia mengingatkan adanya tren kenaikan harga sejumlah komoditas yang mulai terjadi menjelang Idul Adha.

“Kami melihat beberapa komoditas mulai bergerak naik dibanding bulan sebelumnya, terutama minyak goreng dan daging ayam ras,” jelasnya.

Di sisi lain, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB, Hario Kartiko Pamungkas meminta operasi pasar murah dilakukan tepat sasaran dengan fokus pada komoditas yang mengalami lonjakan harga.
Ia juga mendorong daerah-daerah di NTB memperkuat distribusi pangan antarwilayah agar daerah surplus dapat menopang daerah yang kekurangan pasokan.

“Distribusi harus terkoneksi agar pasokan tetap terjaga dan harga stabil,” ujarnya.

Selain operasi pasar, BI juga meminta pemerintah daerah rutin turun langsung memantau kondisi pasar dan distributor guna mencegah panic buying di tengah masyarakat menjelang Idul Adha.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.