Hari Mangrove Sedunia 2026, Khofifah Ajak Warga Gencarkan Tanam Mangrove Demi Pesisir dan Ekonomi

oleh -65 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 26 at 3.56.35 PM
Gubernur Khofifah saat ikut menanam mangrove di Hari Mangrove Sedunia (Ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin masif melakukan penanaman dan pelestarian mangrove sebagai upaya menjaga kawasan pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khofifah, pelestarian mangrove merupakan investasi jangka panjang yang tidak hanya berdampak pada kelestarian lingkungan, tetapi juga menjadi benteng menghadapi perubahan iklim serta menjaga keberlangsungan hidup generasi mendatang.

“Menjaga mangrove berarti menjaga garis pantai, melindungi keanekaragaman hayati, memperkuat ketahanan masyarakat pesisir, sekaligus mengamankan masa depan anak cucu kita. Karena itu, perlindungan mangrove harus menjadi gerakan bersama yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan,” kata Khofifah dalam peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Minggu (26/7).

Peringatan Hari Mangrove Sedunia tahun ini mengangkat tema “Menjaga Mangrove, Mengamankan Generasi Mendatang”. Khofifah menilai tema tersebut menegaskan bahwa menjaga mangrove bukan sekadar upaya pelestarian lingkungan saat ini, melainkan bentuk tanggung jawab untuk mewariskan alam yang sehat kepada generasi berikutnya.

Ia menjelaskan mangrove memiliki fungsi yang sangat penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Selain mampu melindungi wilayah pesisir dari abrasi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut, mangrove juga dikenal sebagai penyerap karbon alami yang sangat efektif.

“Mangrove memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang sangat besar, bahkan bisa mencapai lima kali lipat. Karena itu, keberadaannya sangat penting untuk membantu mengurangi dampak pemanasan global,” ujarnya.

Tak hanya memiliki nilai ekologis, kawasan mangrove juga menjadi habitat berbagai biota laut seperti ikan, udang, kepiting, kerang, hingga aneka jenis burung. Kondisi tersebut menjadikan ekosistem mangrove sebagai penyangga kehidupan masyarakat pesisir, terutama para nelayan.

“Ketika mangrove tumbuh dengan baik, ekosistem laut di sekitarnya ikut berkembang. Nelayan pun lebih mudah memperoleh hasil tangkapan karena sumber daya ikan dan biota lainnya semakin melimpah,” tuturnya.

Khofifah mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat program rehabilitasi dan perlindungan kawasan mangrove. Berdasarkan Peta Mangrove Nasional, luas mangrove di Jawa Timur meningkat dari 27.221 hektare pada 2021 menjadi 30.839 hektare pada 2024, lalu bertambah menjadi 31.067 hektare pada 2025.

Luas tersebut setara dengan sekitar 47,85 persen dari total kawasan mangrove di Pulau Jawa, sehingga hampir separuh ekosistem mangrove di pulau ini berada di wilayah Jawa Timur.

Menurut Khofifah, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat pesisir, akademisi, komunitas lingkungan, hingga dunia usaha yang selama ini aktif melakukan penanaman dan perawatan mangrove.

Selain itu, ia menyebut luas lahan kritis di Jawa Timur juga terus menurun. Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya kualitas pengelolaan lingkungan hidup di provinsi tersebut.

Salah satu upaya yang terus diperkuat adalah Gerakan Nandur Mangrove yang mendorong masyarakat untuk menanam sekaligus merawat mangrove sebagai benteng alami kawasan pesisir. Pemprov Jatim juga secara rutin menggelar Festival Mangrove selama tiga tahun terakhir sebagai sarana edukasi sekaligus meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan pesisir.

Khofifah menegaskan keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tanaman tersebut tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

“Menanam adalah langkah awal. Yang tidak kalah penting adalah memastikan mangrove terus dirawat sehingga dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat yang berkelanjutan,” tegasnya.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota, dunia pendidikan, komunitas, organisasi masyarakat, pelaku usaha, hingga masyarakat pesisir untuk memperluas gerakan penanaman mangrove sesuai karakteristik wilayah masing-masing.

Selain pelestarian lingkungan, Khofifah berharap kawasan mangrove dapat dikembangkan sebagai pusat edukasi, penelitian, ekowisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas.

“Peringatan Hari Mangrove Sedunia harus menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran dan aksi nyata. Mari kita tanam, rawat, dan lestarikan mangrove demi Jawa Timur dan Indonesia yang semakin tangguh menghadapi perubahan iklim,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap mangrove yang ditanam hari ini merupakan investasi bagi kehidupan generasi mendatang. “Setiap mangrove yang kita tanam dan jaga hari ini merupakan warisan kehidupan bagi generasi mendatang. Menjaga mangrove adalah menjaga masa depan bersama,” pungkas Khofifah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.