Haru! Dua Anak Kembar Yatim Piatu Diberi Hadiah Polres Kediri

oleh -143 Dilihat
2516c19d 247f 49df b667 ccab8b8f909d
Kedua anak kembar yang diberi hadiah oleh Polres Kediri. (Foto: Oktavian Yogi Pratama)

KabarBaik.co – Senyum bahagia terpancar dari wajah dua anak laki-laki kembar yatim piatu setelah mendapatkan hadiah sepeda kayuh dan seperangkat alat salat dari Polres Kediri.

Kedua anak kembar ini Arya Satya Rafly Sukmono, dan Nata Rifqi Faiz Sukmono. Keduanya berusia 12 tahun dan bertempat tinggal di Desa Tunge, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

“Ya, hari ini memberikan bantuan sepeda kayuh, seperangkat alat salat dan buku untuk ngaji iqra. Selain itu kita juga memberikan bantuan sembako dan santunan,” tutur Wakapolres Kediri Kompol Verawaty Thaib Rabu (11/9).

Kedatangan Polres Kediri memberikan bantuan kedua anak kembar yatim piatu ini berawal mendapat informasi dari masyarakat dan viral media online.

Kedua anak yatim piatu tengah hidup bersama pamannya di Desa Tunge, Kecamatan Wates. Ironisnya, salah satu anak itu bernama Arya Satya Rafly Sukmono menderita penyakit varises esofagus dan putus sekolah.

Sementara, Nata Rifqi Faiz Sukmono dalam kondisi sehat dan duduk di bangku sekolah dasar. “Informasi tersebut langsung kami cek ke lokasi. Semoga bantuan ini bermanfaat,” ungkapnya.

Sementara, Fridatama Dwi Hermawan, paman kedua anak kembar yang merawat mengucapkan terima kasih kepada Polres Kediri telah memberikan bantuan tersebut.

“Benar mas, kedua anak yang saya rawat memang ingin sepeda kayuh baru dan buku untuk ngaji. Saya sangat berterimakasih kepada Polres Kediri,”ucap Fridatama.

Fridatama menuturkan merawat keponakannya setelah sang ayah meninggal dunia. Pada saat itu sang ayah meninggal dunia kedua anak ini berusia 6 tahun. Sedangkan sang ibu meninggal terlebih dulu pada saat kedua anak ini berusia 1 tahun 8 bulan.

“Setelah ayahnya meninggal kedua anak ini saya rawat,” tuturnya.

Fridatama mengungkapkan, Arya Satya Rafly Sukmono menderita varises esofagus sejak balita yakni usia 3 tahun 6 bulan. Arya untuk menjalani perawatan medis keluar masuk rumah sakit.

“Ketika penyakit kambuh, jadi dia (Arya) muntah darah. Jadi seumpama habis muntah darah dia wajib transfusi darah berkisar habis 4 sampai kantong darah. Itu pun waktunya tidak bisa diprediksi kambuhnya. Itu bisa saty bulan kadang juga satu setengah bulan juga pernah. Itu wajib,” ungkap Fridatama.

Fridatama menambahkan ketika Arya penyakit kambuh tidak bisa diprediksi waktunya.” Sewaktu waktu kambuh ya saya bawa ke rumah sakit. Malam pun langsung saya bawa. Alhamdulillah juga dapat bantuan dari pihak pemerintah desa,” jelasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Oktavian Yogi Pratama
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.