KabarBaik.co, Tuban – Ratusan warga Desa Karanglo, Kerek, Tuban, memblokade akses tambang PT Semen Indonesia. Blokade dilakukan karena kemarahan warga akibat polusi debu dan kebisingan dampak aktivitas tambang bahan baku tersebut.
Anggota DPRD Tuban, Lukmanul Hakim, menyayangkan persoalan tersebut yang berujung pada aksi warga. Menurut politisi Partai NasDem itu, reaksi masyarakat yang tinggal di kawasan Ring 1 merupakan hal yang wajar apabila benar terdampak aktivitas perusahaan.
Lukmanul meminta PT Semen Indonesia Grup segera melakukan evaluasi menyeluruh agar polusi debu maupun kebisingan tidak terus mengganggu masyarakat sekitar.
“Perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada usaha dan keuntungan, namun juga harus menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jika memang ada dampak yang ditimbulkan dan dirasakan warga, perusahaan wajib melakukan langkah-langkah pengendalian,” tegas Luki, sapaan akrab Lukmanul Hakim, Minggu (26/7).
Meski demikian, Luki menegaskan bahwa dugaan debu maupun kebisingan yang melebihi ambang batas tidak bisa disimpulkan tanpa pengukuran teknis oleh pihak berwenang. Karena itu, ia mendesak Pemkab Tuban segera turun tangan melalui instansi terkait.
“Kami meminta Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup, dinas terkait, dan aparat pengawas segera melakukan pengukuran kualitas udara serta tingkat kebisingan. Pastikan seluruh aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan dan baku mutu lingkungan. Hasil pemeriksaan itu juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkas Luki.
Selain memblokade akses jalan, warga juga menghentikan operasional kendaraan maupun alat berat, Jumat (24/7) malam. Aksi tersebut dipicu meningkatnya debu yang beterbangan hingga permukiman warga. Kondisi itu diperparah angin kencang pada musim kemarau sehingga sebaran debu semakin luas dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar area tambang. (*)






