DPRD Tuban Desak Semen Indonesia Evaluasi Tambang Usai Warga Blokade Akses karena Polusi Debu

oleh -66 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 25 at 10.53.55 PM
Anggota DPRD Tuban Lukmanul Hakim (Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Tuban – Ratusan warga Desa Karanglo, Kerek, Tuban, memblokade akses tambang PT Semen Indonesia. Blokade dilakukan karena kemarahan warga akibat polusi debu dan kebisingan dampak aktivitas tambang bahan baku tersebut.

Anggota DPRD Tuban, Lukmanul Hakim, menyayangkan persoalan tersebut yang berujung pada aksi warga. Menurut politisi Partai NasDem itu, reaksi masyarakat yang tinggal di kawasan Ring 1 merupakan hal yang wajar apabila benar terdampak aktivitas perusahaan.

Lukmanul meminta PT Semen Indonesia Grup segera melakukan evaluasi menyeluruh agar polusi debu maupun kebisingan tidak terus mengganggu masyarakat sekitar.

“Perusahaan tidak boleh hanya berorientasi pada usaha dan keuntungan, namun juga harus menunjukkan tanggung jawab sosial dan lingkungan. Jika memang ada dampak yang ditimbulkan dan dirasakan warga, perusahaan wajib melakukan langkah-langkah pengendalian,” tegas Luki, sapaan akrab Lukmanul Hakim, Minggu (26/7).

Meski demikian, Luki menegaskan bahwa dugaan debu maupun kebisingan yang melebihi ambang batas tidak bisa disimpulkan tanpa pengukuran teknis oleh pihak berwenang. Karena itu, ia mendesak Pemkab Tuban segera turun tangan melalui instansi terkait.

“Kami meminta Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Lingkungan Hidup, dinas terkait, dan aparat pengawas segera melakukan pengukuran kualitas udara serta tingkat kebisingan. Pastikan seluruh aktivitas perusahaan telah memenuhi ketentuan dan baku mutu lingkungan. Hasil pemeriksaan itu juga harus disampaikan secara terbuka kepada masyarakat,” pungkas Luki.

Selain memblokade akses jalan, warga juga menghentikan operasional kendaraan maupun alat berat, Jumat (24/7) malam. Aksi tersebut dipicu meningkatnya debu yang beterbangan hingga permukiman warga. Kondisi itu diperparah angin kencang pada musim kemarau sehingga sebaran debu semakin luas dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar area tambang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.