Wali Murid SDN Kauman 1 Kota Malang Pilih Tolak Sementara MBG, Tunggu Hasil Uji Lab

oleh -75 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 25 at 10.58.07 PM
SDN Kauman 1 Kota Malang (foto: istimewa)

KabarBaik.co, Malang – Sejumlah wali murid SDN Kauman 1 Kota Malang memilih menghentikan sementara konsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi anak-anak mereka. Keputusan tersebut diambil hingga hasil uji laboratorium atas dugaan keracunan makanan yang dialami belasan siswa resmi diumumkan.

Salah seorang wali murid, Roki (bukan nama sebenarnya), mengatakan para orang tua masih menunggu kepastian penyebab insiden tersebut sebelum menentukan langkah selanjutnya.

“Kita masih nunggu hasil uji lab dulu. Setelah itu baru koordinasi dengan wali murid lainnya terkait langkah selanjutnya,” ujar Roki, Minggu (26/7).

Menurutnya, selama hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar, ia tidak akan mengizinkan anaknya mengonsumsi menu MBG.

“Saya pribadi enggak akan makan dulu. Sebelum hasil uji lab benar-benar keluar. Daripada setengah hati,” ungkap dia.

Sikap serupa juga disampaikan wali murid lainnya, BM. Ia mengaku anaknya mengalami muntaber setelah mengonsumsi menu MBG yang disajikan pada Selasa (21/7) dan Rabu (22/7).

“Dari cerita anak saya, pada Selasa dan Rabu ada menu yang kondisinya kurang layak,” ujarnya.

Menurut Bambang, menu telur yang dibagikan pada Selasa dinilai sudah kurang layak, sedangkan menu ikan pada Rabu memiliki aroma amis. Setelah mengonsumsi makanan tersebut, anaknya mengeluhkan sakit perut dan muntah pada malam harinya hingga dibawa berobat ke dokter.

“Diagnosis dokter muntaber. Kemungkinan karena keracunan,” ujarnya.

Ia menyebut tidak hanya anaknya yang mengalami keluhan serupa. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sejumlah siswa dari jenjang kelas lain juga mengalami gejala yang sama, bahkan ada yang harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Roki juga menyoroti kebijakan yang sebelumnya mengharuskan siswa menghabiskan makanan MBG. Menurutnya, kondisi tersebut membuat banyak orang tua tidak lagi membekali anak dengan makanan dari rumah.

“Kalau dulu kan harus dihabiskan. Kalau enggak habis disuruh bawa pulang. Akhirnya banyak anak enggak dibawakan bekal lagi dari rumah,” jelasnya.

Meski menduga kualitas makanan kemungkinan menurun setelah masa libur sekolah, Roki menegaskan hal itu masih sebatas analisis pribadi dan belum dapat dipastikan.

“Kalau analisa saya mungkin setelah liburan, entah bumbunya atau penyimpanannya jadi kurang fresh. Tapi itu masih dugaan, kita tunggu hasil uji lab,” ujarnya.

Ke depan, ia berharap pelaksanaan Program MBG lebih memperhatikan aspek kebersihan dan keamanan pangan. Selain pengawasan yang lebih ketat terhadap proses penyajian, ia juga mengusulkan agar kantin sekolah dilibatkan untuk membantu menjaga kualitas makanan yang diterima siswa.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan Hariadi, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dugaan keracunan dari SDN Kauman 1. Pihak sekolah telah mengajukan permohonan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang disajikan kepada para siswa.

Sampel tersebut kemudian diserahkan kepada Dinas Kesehatan Kota Malang untuk dilakukan pengujian. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kota Malang, drg. Muhammad Zamroni, mengatakan hasil uji laboratorium diperkirakan akan keluar pada Senin (27/7) lusa.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan penyebab pasti dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa sekaligus menentukan tindak lanjut terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di SDN Kauman 1 Kota Malang. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Putut Priyono
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.