Murid Baru Sekolah Negeri Selalu Minim, Dispendik Blitar Cari Formula Bangkitkan Minat Masyarakat

oleh -56 Dilihat
IMG 20260725 WA0027 scaled
Siswa SDN Sukorejo III. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Blitar mengakui minat masyarakat terhadap sejumlah sekolah dasar (SD) negeri mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena tersebut menjadi bahan evaluasi, terutama setelah SD Negeri Sukorejo III hanya menerima lima murid baru selama dua tahun berturut-turut.

Sekretaris Dispendik Kota Blitar, Iwan Nurdiyanto mengatakan, kondisi tersebut bukan hanya terjadi di satu sekolah. Penurunan jumlah peserta didik baru juga dirasakan sejumlah sekolah di kawasan Sukorejo dalam dua hingga tiga tahun terakhir.

“Memang ada kecenderungan penurunan jumlah siswa di Sukorejo. Ini sudah menjadi perhatian kami dan menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Menurut Iwan, rendahnya jumlah murid baru dipengaruhi berbagai faktor. Selain kondisi geografis sekolah yang berada di kawasan Pasar Legi, minat masyarakat terhadap sekolah negeri juga mulai bergeser.

Ia menyebut banyak orang tua kini lebih memilih sekolah yang memiliki porsi pendidikan agama lebih besar. Kondisi tersebut membuat sekolah berbasis keagamaan lebih diminati dibanding sekolah negeri.

“Orang tua cenderung memilih sekolah yang porsi pendidikan agamanya lebih banyak. Itu menjadi salah satu faktor yang kami lihat,” katanya.

Meski demikian, Dispendik menegaskan kualitas tenaga pendidik di seluruh sekolah negeri tetap sama. Pemerataan guru hingga perbaikan sarana prasarana terus dilakukan untuk meningkatkan daya tarik sekolah.

“Kami sudah melakukan pemerataan tenaga pendidik, meningkatkan sarana prasarana, termasuk melakukan renovasi di beberapa sekolah. Upaya itu akan terus kami lakukan agar minat masyarakat kembali meningkat,” jelasnya.

Di sisi lain, Dispendik memastikan sekolah dengan jumlah murid sedikit belum akan digabung atau merger. Keberadaan sekolah tetap dipertahankan agar anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi tidak kehilangan akses pendidikan.

“Kalau sekolah ditutup atau digabung, justru anak-anak yang masih ingin sekolah di wilayah itu akan semakin jauh. Karena itu tetap kami pertahankan agar tidak menambah angka putus sekolah,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin BT
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.