Sektor Pertanian Nganjuk Melesat di Triwulan II 2026, Produksi Padi Naik 11,57 Persen

oleh -72 Dilihat
Panen raya padi di areal lumbung pangan Kabupaten Nganjuk. Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mencatat produksi Gabah Kering Panen (GKP) hingga Triwulan II 2026 tumbuh 11,57 persen atau mencapai 348.442 ton
Panen raya padi di areal lumbung pangan Kabupaten Nganjuk. Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk mencatat produksi Gabah Kering Panen (GKP) hingga Triwulan II 2026 tumbuh 11,57 persen atau mencapai 348.442 ton

KabarBaik.co, Nganjuk – Kinerja sektor pertanian di Kabupaten Nganjuk hingga Triwulan II Tahun 2026 mencatatkan tren positif yang signifikan. Seluruh indikator utama, mulai dari luas panen, produksi padi dan beras, hingga volume penyerapan gabah dan jagung mengalami peningkatan substansial jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras dan kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan di lapangan.

“Capaian sektor pertanian Kabupaten Nganjuk hingga Triwulan II Tahun 2026 menunjukkan tren yang positif. Peningkatan luas panen, produksi padi, produksi beras, serta penyerapan gabah dan jagung menjadi bukti sinergi yang baik antara pemerintah, penyuluh pertanian, petani, dan seluruh mitra,” ujar Ida Sohibatin, Sabtu (25/7).

Berdasarkan data resmi Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, luas panen padi pada tahun 2026 terealisasi seluas 46.320,8 hektare atau melonjak 14,23 persen (naik 6.591,72 hektare) dibanding periode yang sama di tahun 2025.

“Ini sejalan dengan perluasan tersebut, produksi Gabah Kering Panen (GKP) meroket 11,57 persen mencapai 348.442 ton. Kenaikan ini berbanding lurus dengan hasil produksi beras yang menyentuh angka 186.498 ton,” ungkap Ida.

Keberhasilan peningkatan produksi ini diimbangi dengan optimalisasi program Serap Gabah dan Jagung (SERGAB) guna menjaga kepastian harga dan ketersediaan pasokan pangan di wilayah Nganjuk.

“Program SERGAB menjadi salah satu upaya untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik. Harapannya, petani memperoleh kepastian pasar, sementara ketersediaan pangan di daerah tetap terjaga,” kata Ida.

Hingga 16 Juli 2026, program SERGAB mencatat penyerapan GKP mencapai 18.823.802 kilogram (setara 9.628.375 kilogram beras) serta 2.687.100 kilogram jagung pipil kering.

“Hasil konsisten ini menempatkan Nganjuk di peringkat keenam dalam 10 besar daerah dengan potensi luas panen terbesar di Jawa Timur versi BPS, dengan proyeksi luas panen periode Januari sampai Agustus 2026 mencapai 65.292 hektare,” urainya.

Apresiasi tinggi disampaikan pemerintah daerah kepada para pahlawan pangan yang terus mengawal ketahanan pangan daerah hingga menorehkan prestasi tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh petani, penyuluh pertanian, dan semua pihak yang telah bekerja sama mendukung pembangunan pertanian di Kabupaten Nganjuk. Semoga capaian ini dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan demi kesejahteraan petani serta ketahanan pangan,” pungkas Ida.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.