KabarBaik.co, Malang – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Malang Alayk Mubarok menilai pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Malang masih menghadapi dua tantangan utama, yakni infrastruktur dan akses menuju destinasi wisata. Menurutnya, kedua aspek tersebut harus dibenahi secara bersamaan agar kunjungan wisatawan terus meningkat.
Alayk mengatakan pembangunan jalan nasional yang tengah berlangsung diharapkan mampu memperbaiki konektivitas menuju kawasan wisata di Malang Selatan. Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai akan memudahkan wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah, menjangkau berbagai destinasi.
Selain kondisi jalan, Politisi Partai Gerindra ini menilai akses informasi menuju lokasi wisata juga perlu diperkuat. Promosi melalui media sosial memang penting, namun keberadaan rambu penunjuk arah menuju objek wisata dinilai tak kalah strategis untuk membantu wisatawan menemukan destinasi yang ingin dikunjungi.
“Ketika seseorang menuju satu lokasi wisata, lalu melihat rambu yang menunjukkan arah ke pantai atau destinasi lain di sekitarnya, itu bisa menjadi referensi tambahan sehingga mereka tertarik mengunjungi tempat wisata lainnya,” ujar Alayk, Sabtu (25/7), di Pendopo Agung Kabupaten Malang.
Menurutnya, pemasangan rambu penunjuk arah di setiap persimpangan maupun perempatan jalan menuju kawasan wisata layak diprioritaskan. Langkah tersebut diyakini dapat memperkenalkan destinasi-destinasi yang selama ini belum banyak dikenal masyarakat.
Ia mencontohkan wisatawan umumnya hanya mengenal sejumlah pantai populer seperti Pantai Balekambang atau Teluk Asmara. Padahal, masih banyak pantai lain yang telah dibuka dan memiliki potensi besar, namun belum diketahui luas karena minimnya informasi penunjuk arah.
Alayk menegaskan DPRD akan mendorong pemerintah daerah apabila program penambahan rambu wisata tersebut belum masuk dalam perencanaan. Menurutnya, keberadaan rambu akan mempermudah masyarakat memperoleh informasi sekaligus mengurangi risiko wisatawan tersesat.
Selama ini, lanjut dia, banyak wisatawan hanya mengandalkan Google Maps. Tidak jarang aplikasi tersebut mengarahkan pengguna melewati jalan sempit, kawasan persawahan, atau jalur yang kondisinya kurang layak dilalui.
“Dengan adanya rambu-rambu penunjuk arah, masyarakat akan lebih mudah menemukan tujuan wisatanya dan sekaligus mengetahui lebih banyak pilihan destinasi wisata di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (*)






