KabarBaik.co, Sidoarjo – Perjuangan panjang para atlet muda Sidoarjo di arena Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) 2026 mendapat apresiasi nyata dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo. Sebanyak 1.940 atlet peraih medali menerima reward atau penghargaan sekaligus kabar baik berupa jaminan akses pendidikan dan peningkatan kesejahteraan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam membina prestasi olahraga.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Pendopo Delta Wibawa, Sabtu (25/7). Hadir langsung Bupati Sidoarjo Subandi, jajaran KONI, pengurus cabang olahraga, pelatih dan tamu undangan, serta ratusan atlet berprestasi. Suasana penuh kebanggaan mewarnai acara saat para atlet menerima apresiasi atas kerja keras mereka selama mengikuti Porkab 2026.
Subandi menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh hanya hadir saat atlet meraih prestasi, tetapi juga harus memberikan kepastian terhadap masa depan mereka. Menurutnya, keberhasilan di bidang olahraga harus diimbangi dengan dukungan nyata dari pemerintah.
“Jangan sampai anak-anak kita yang sudah berjuang secara maksimal, ternyata pemerintah Sidoarjo tidak hadir. Ini tidak boleh. Atlet-atlet kita yang juara 1, 2, dan 3 wajib masuk SMP Negeri,” tegas Subandi.
Ia mengatakan, kebijakan tersebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan dan akan dituangkan dalam surat keputusan sebagai bentuk penghargaan kepada atlet berprestasi. Langkah itu diharapkan menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus mengembangkan potensi di bidang olahraga tanpa harus khawatir terhadap akses pendidikan.
Selain menjamin kesempatan melanjutkan pendidikan, Pemkab Sidoarjo juga memberikan perlindungan kepada para atlet melalui jaminan kesehatan serta kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Menurut Subandi, rasa aman selama menjalani latihan maupun pertandingan menjadi bagian penting dalam mencetak atlet yang mampu bersaing di level lebih tinggi.
Pemkab Sidoarjo juga mulai menyiapkan strategi menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur. Salah satunya dengan meningkatkan nilai bonus bagi atlet peraih medali emas. Bonus yang sebelumnya sebesar Rp 45 juta diwacanakan naik menjadi Rp 60 juta sebagai bentuk apresiasi sekaligus penyemangat bagi atlet untuk meraih prestasi terbaik.
Namun demikian, Subandi mengingatkan bahwa peningkatan bonus harus dibarengi dengan pembinaan yang profesional. Ia meminta KONI dan seluruh pengurus cabang olahraga mengedepankan kualitas atlet dalam proses seleksi tanpa adanya praktik pilih kasih.
“Semua cabor harus profesional. Enggak usah pilih-pilih, ‘Oh maringene iki dulurku’ (oh setelah ini dia saudaraku, Red) itu tidak boleh. Kalau kepingin Sidoarjo maju, kita harus profesional,” ujarnya.
Menurutnya, profesionalisme menjadi kunci agar pembinaan olahraga di Sidoarjo berjalan objektif dan mampu menghasilkan atlet-atlet terbaik yang benar-benar layak mewakili daerah pada berbagai ajang kompetisi.
Melalui dukungan pendidikan, perlindungan sosial, hingga peningkatan bonus prestasi, Pemkab Sidoarjo berharap semangat para atlet terus terjaga. Kebijakan tersebut diharapkan tidak hanya mengantarkan Sidoarjo meraih prestasi lebih baik di Porprov Jawa Timur, tetapi juga melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional bahkan internasional.(*)






