Heboh Temuan Yoni di Lahan Pengajian Desa Pendem Kota Batu, Diduga Situs Hindu Kuno Terpendam

oleh -167 Dilihat
IMG 20260515 WA0013
Temuan situs di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu. (Foto: P. Priyono) 

KabarBaik.co, Batu – Misteri batu yang selama ini dikira hanya lumpang biasa di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, akhirnya terungkap. Batu yang ditemukan di lahan milik Majelis Maulid Wat Taklim Riyadlul Jannah RT 17 RW 04 itu dipastikan merupakan yoni, artefak peninggalan Hindu kuno yang diduga menjadi bagian dari situs sejarah terpendam.

Penemuan tersebut sontak menghebohkan warga sekitar. Sebab, benda itu sebelumnya hanya terlihat seperti batu biasa yang tertimbun di area bekas persawahan lama. Ketua RW 04 Desa Pendem, Muhammad Solikin mengatakan, lokasi penemuan dulunya merupakan sawah milik warga sebelum dibeli pihak majelis untuk dijadikan lapangan kegiatan pengajian dan acara keagamaan.

“Dulu ini sawah warga, lalu dibeli pihak majelis. Sekarang diratakan untuk lapangan kegiatan pengajian,” ujar Solikin, Jumat (15/5). Menurutnya, warga awalnya sama sekali tidak menyadari bahwa batu tersebut merupakan artefak bersejarah. Kecurigaan baru muncul setelah beberapa warga memperhatikan bentuk batu yang dinilai tidak lazim.

“Awalnya dikira lumpang batu biasa. Setelah dilihat lebih detail, ternyata bentuknya berbeda dan diduga benda kuno,” ungkapnya. Temuan itu kemudian dilaporkan ke Pemerintah Desa Pendem dan diteruskan kepada Dinas Pariwisata Kota Batu untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut.

Kepala Desa Pendem, Tri Wahyuwono Efendi membenarkan adanya penemuan tersebut. Ia menyebut pemerintah desa langsung berkoordinasi dengan dinas terkait agar asal-usul benda itu dapat dipastikan. “Benar, ada temuan yoni di lahan milik Riyadlul Jannah. Sekarang sudah diidentifikasi oleh dinas agar lebih jelas asal-usulnya,” ujar Efendi.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kota Batu, Hartarto menjelaskan, pihaknya telah menerjunkan Pamong Budaya Disparta Kota Batu, Naning Wulandari untuk melakukan pemeriksaan awal di lokasi. Dari hasil identifikasi sementara, benda tersebut dipastikan merupakan yoni berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar 50×50 sentimeter dengan cerat yang masih terlihat jelas.

Selain itu, petugas juga menemukan batu umpak berbentuk persegi berukuran sekitar 26 sentimeter dengan tinggi 20 sentimeter yang diduga bagian dari struktur bangunan kuno. “Pada bagian badan yoni juga terlihat ornamen hiasan yang masih cukup jelas,” terang Hartarto.

Dalam tradisi Hindu, yoni merupakan simbol kesuburan dan representasi Dewi Parwati yang biasanya berpasangan dengan lingga sebagai lambang Dewa Siwa. Namun hingga kini pasangan lingga dari yoni tersebut belum ditemukan. “Harusnya ada pasangan lingga, tetapi di lokasi ini belum ditemukan. Bisa jadi masih terkubur atau kemungkinan berpindah tempat karena tidak seberat yoni,” jelasnya.

Hartarto menambahkan, temuan artefak seperti ini bukan pertama kali terjadi di Kota Batu. Menurutnya, wilayah Batu sejak lama dikenal sebagai kawasan subur yang erat dengan budaya agraris dan jejak peradaban Hindu-Buddha. “Temuan seperti ini cukup banyak di Kota Batu karena daerah ini sejak dulu dikenal subur, sehingga erat kaitannya dengan simbol-simbol kesuburan masyarakat pertanian,” tambahnya.

Desa Pendem sendiri dikenal sebagai wilayah yang kaya peninggalan sejarah. Sebelumnya, kawasan tersebut juga pernah ditemukan struktur bata merah kuno yang diduga bagian dari bangunan candi peninggalan Kerajaan Mataram Kuno. Selain itu, sejumlah benda arkeologis lain seperti arca Sekte Siwa, lesung batu, lingga yoni hingga koin Belanda juga pernah ditemukan warga di wilayah tersebut.

Saat ini, Dinas Pariwisata Kota Batu berencana melaporkan temuan tersebut ke Balai Pelestarian Kebudayaan Trowulan untuk proses identifikasi lanjutan dan pendataan resmi sebagai benda cagar budaya. Penemuan yoni di tengah lahan yang kini digunakan untuk kegiatan pengajian itu menjadi pengingat bahwa Kota Batu tidak hanya menyimpan pesona wisata dan pertanian, tetapi juga lapisan sejarah panjang yang perlahan mulai terungkap dari dalam tanah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.