Hemat Biaya, Disnakkan Blitar Dorong Budidaya Ikan Berbasis Probiotik

oleh -106 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 30 at 2.38.41 PM
Pembudidaya ikan di Blitar didorong membudidayakan ikan menggunakan basis probiotik yang diklaim lebih hemat biaya (Ist)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai mendorong para pembudidaya ikan beralih ke sistem budidaya berbasis probiotik. Metode tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan Sistem Kocor yang selama ini masih banyak digunakan oleh petani ikan.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya Disnakkan Kabupaten Blitar, Deki Nusa Asmara, mengatakan Sistem Kocor memang mudah diterapkan karena hanya mengandalkan pergantian atau aliran air secara terus-menerus untuk menjaga kualitas kolam. Namun di sisi lain, metode tersebut membutuhkan biaya operasional yang cukup besar.

“Pada Sistem Kocor, air harus diganti secara berkala atau dialirkan terus-menerus selama 24 jam untuk membuang kotoran. Konsekuensinya kebutuhan air menjadi sangat besar sehingga kurang efisien, terutama di daerah yang pasokan airnya terbatas,” ujar Deki.

Menurutnya, penggunaan pompa yang berlangsung tanpa henti membuat kebutuhan listrik maupun bahan bakar meningkat. Kondisi itu berpengaruh terhadap biaya produksi yang harus ditanggung pembudidaya.

Selain itu, Deki menilai sistem tersebut kurang optimal dalam pemanfaatan pakan. Sebagian nutrisi yang seharusnya dimanfaatkan ikan justru ikut terbuang bersama aliran air sehingga efisiensi pakan menjadi lebih rendah.

“Sebagian pakan dan nutrisi ikut terbuang saat pergantian air. Akibatnya nilai FCR atau rasio konversi pakan menjadi lebih tinggi dan biaya produksi ikut meningkat,” jelasnya.

Tak hanya dari sisi ekonomi, Sistem Kocor juga memiliki risiko terhadap kesehatan ikan. Pergantian air yang terlalu sering berpotensi membawa bibit penyakit dari luar kolam. Perubahan kualitas dan suhu air secara mendadak juga dapat memicu stres pada ikan.

“Pergantian air yang terlalu sering berisiko membawa bibit penyakit dari luar kolam. Selain itu perubahan kualitas dan suhu air bisa menyebabkan ikan stres sehingga memengaruhi pertumbuhan maupun tingkat kelangsungan hidupnya,” katanya.

Sebagai solusi, Disnakkan Kabupaten Blitar mendorong penerapan sistem probiotik yang memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air kolam. Dengan metode tersebut, kebutuhan pergantian air dapat ditekan sehingga lebih hemat dan ramah lingkungan.

Deki menyebut penggunaan probiotik mampu meningkatkan efisiensi budidaya karena biaya pakan dan energi dapat ditekan secara signifikan.

“Penggunaan sistem probiotik dapat menekan biaya pakan hingga sekitar 30 persen dan menghemat konsumsi listrik pompa antara 40 sampai 60 persen dibandingkan Sistem Kocor,” ungkapnya.

Ia berharap semakin banyak pembudidaya ikan di Kabupaten Blitar yang mulai mengadopsi sistem probiotik agar usaha budidaya menjadi lebih efisien dan berkelanjutan di tengah meningkatnya biaya produksi.

“Metode ini layak dipertimbangkan, khususnya bagi pembudidaya yang ingin menekan biaya produksi tanpa mengurangi produktivitas,” pungkas Deki. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.