Industri Minuman Kemasan Tumbuh, ASRIM Minta Kebijakan Pemerintah Tak Tambah Beban Usaha

oleh -122 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 07 at 2.48.40 PM
Air minum dalam kemasan

KabarBaik.co, Surabaya – Industri minuman dalam kemasan masih mencatatkan pertumbuhan positif di tengah berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi sepanjang tahun ini. Namun, pelaku usaha menilai laju pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya pulih ke level sebelum pandemi.

Asosiasi Perusahaan Minuman Dalam Kemasan (ASRIM) meminta pemerintah menerapkan kebijakan yang adaptif dan tidak menambah beban industri agar sektor ini tetap mampu menjaga investasi serta menyerap tenaga kerja.

Ketua Umum ASRIM Triyono Prijosoesilo mengatakan industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen sepanjang 2025. Meski menunjukkan kinerja positif, angka tersebut masih berada di bawah capaian sebelum pandemi yang dapat mencapai kisaran 7-9 persen.

Menurutnya, pemulihan ekonomi juga belum sepenuhnya ditopang oleh peningkatan daya beli masyarakat. Sejumlah ekonom menilai pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2026 masih banyak didorong oleh belanja pemerintah serta faktor musiman Ramadan dan Lebaran.

“Pemulihan daya beli masyarakat belum sepenuhnya kuat,” kata Triyono dalam keterangannya, Minggu (7/6).

Di sisi lain, pelaku industri masih menghadapi tekanan biaya produksi yang meningkat. Kondisi ini dipengaruhi tingginya ketergantungan terhadap impor bahan baku dan material kemasan, sementara nilai tukar rupiah masih berfluktuasi.

Karena itu, ASRIM berharap pemerintah melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dapat menghadirkan kebijakan yang lebih responsif terhadap kondisi industri saat ini.

“Kami mendorong kebijakan yang adaptif dan konsisten, termasuk penguatan bahan baku domestik, kepastian regulasi, serta keseimbangan antara daya beli masyarakat dan keberlanjutan usaha,” ujarnya.

Triyono menambahkan kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi faktor penting untuk menjaga ketahanan industri minuman kemasan di tengah ketidakpastian ekonomi global.

ASRIM juga mendorong adanya evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang berdampak langsung pada industri, termasuk kebijakan cukai dan bea masuk. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas usaha, keberlanjutan investasi, serta perlindungan tenaga kerja nasional.

Sementara itu, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Muhammad Ishak Razak, menilai industri minuman kemasan perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap tekanan daya beli masyarakat yang masih berlangsung.

Menurut Ishak, permintaan industri minuman ringan memang masih ditopang oleh konsumsi domestik, mobilitas masyarakat, serta momentum hari besar keagamaan. Namun, sejumlah tantangan struktural masih membayangi kinerja sektor tersebut.

“Pelemahan rupiah, kenaikan biaya produksi, tekanan inflasi, serta lemahnya daya beli masyarakat menjadi tantangan nyata bagi pelaku industri,” katanya.

Ia menambahkan, kewaspadaan tetap diperlukan meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen secara tahunan pada triwulan I-2026. Pada periode yang sama, sektor industri pengolahan berkontribusi sebesar 19,07 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional. Dari angka tersebut, subsektor makanan dan minuman menyumbang sekitar 7,31 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga iklim usaha manufaktur tetap kondusif.

Menurutnya, tekanan ekonomi global memang menjadi tantangan bagi industri makanan dan minuman. Karena itu, pemerintah terus mendorong penguatan struktur industri, pengembangan hilirisasi, serta peningkatan daya saing sektor manufaktur nasional.

“Kami memahami bahwa tekanan ekonomi global juga memberikan tantangan kepada industri makanan dan minuman untuk terus tumbuh. Untuk itu, pemerintah terus berkomitmen mendorong penguatan struktur industri, pengembangan hilirisasi, serta peningkatan daya saing sektor makanan dan minuman,” ujarnya.

Kemenperin juga memastikan akan terus memperkuat sinergi dengan pelaku usaha guna menjaga keberlanjutan industri sekaligus mendukung penciptaan lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.