Jelang Laga Arema FC vs Persebaya, Malang Raya Gelar Konsolidasi Besar Tekankan Keamanan

oleh -298 Dilihat
IMG 20260405 WA0021
Para suporter Arema menandatangani persetujuan keamanan selama laga berlangsung. (Foto: P. Priyono)

KabarBaik.co, Malang – Menjelang pertandingan sarat gengsi antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya pada 28 April 2026, berbagai elemen di Malang Raya menggelar konsolidasi dan penandatanganan nota kesepahaman bersama. Kegiatan ini berlangsung di Pendopo Panji, Minggu (5/4) sore.

Konsolidasi tersebut dihadiri Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Malang Raya, komunitas Aremania, serta koordinator lapangan suporter dari sejumlah daerah seperti Malang, Blitar, hingga Pasuruan. Langkah ini dilakukan guna memastikan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan menjunjung tinggi sportivitas.

Mewakili Bupati Malang, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matondang, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk komitmen bersama seluruh elemen masyarakat.

“Sepak bola bukan hanya tontonan, tetapi juga ruang pembelajaran sosial, budaya, dan ekonomi. Di dalamnya terdapat nilai-nilai sportivitas, solidaritas, serta pembentukan karakter generasi muda,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Malang bersama Pemerintah Kota Malang dan Kota Batu berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, klub, suporter, dan dunia usaha guna menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan humanis.

“Malang Raya harus dikenal bukan hanya karena fanatisme suporternya, tetapi juga karena kedewasaan dan sportivitasnya. Kita ingin stadion menjadi ruang aman, nyaman, sekaligus membanggakan bagi semua pihak,” tegasnya.

Sementara itu, Presiden Klub Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut konsolidasi ini sebagai momentum penting dalam membangun ekosistem sepak bola berkelanjutan. “Sepak bola adalah milik bersama, bukan hanya klub. Sinergi antara pemerintah daerah, klub, dan suporter merupakan hal mutlak. Kami ingin sepak bola hadir sebagai pemersatu, bukan pemecah,” ungkapnya.

Ia juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah dari sisi regulasi, infrastruktur, hingga pembinaan usia dini, serta peran Aremania sebagai fondasi utama klub. “Ini adalah titik awal untuk memperkuat kebersamaan. Arema bukan sekadar tentang kemenangan, tetapi juga menjaga warisan persaudaraan dan martabat sepak bola Malang Raya,” tambahnya.

Legenda sekaligus salah satu pendiri Arema, Ovan Tobing, turut mengajak seluruh elemen untuk menjaga marwah daerah dengan menunjukkan sikap dewasa dalam mendukung tim. “Kita harus menunjukkan bahwa kita mampu berubah. Yang terpenting bukan hanya pertandingan di dalam stadion, tetapi bagaimana kita menjamin keamanan dan kenyamanan tim tamu sejak datang hingga kembali,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan agar peristiwa kelam di masa lalu tidak terulang kembali, mengingat laga ini akan menjadi sorotan publik luas. “Cukup satu kejadian, jangan sampai terulang lagi. Mari kita buktikan bahwa kita mampu menjadi tuan rumah yang baik dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Melalui konsolidasi ini, seluruh pihak berharap laga Arema FC kontra Persebaya Surabaya tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga simbol kebangkitan sepak bola yang aman, damai, dan bermartabat di Malang Raya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: P. Priyono
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.