KabarBaik.co, Malang – Sebanyak 1.636 jemaah haji asal Kabupaten Malang dijadwalkan mulai kembali ke Indonesia pada Kamis (4/6) hingga Jumat (5/6) setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang Romdloni Suryono menyampaikan bahwa kepulangan jemaah terbagi dalam beberapa kelompok terbang (kloter) yang tiba secara bertahap melalui Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
“Kloter 14 dan 15 tiba pada Kamis (4/6), sedangkan kloter 16, 17, dan 18 dijadwalkan tiba Jumat (5/6),” ujarnya, Kamis (4/6).
Setibanya di Bandara Juanda, lanjut dia, para jemaah akan diberangkatkan menuju Kabupaten Malang menggunakan bus yang disiapkan Pemkab Malang, sementara barang bawaan diangkut menggunakan truk logistik.
Setelah itu, jemaah akan langsung didistribusikan ke masing-masing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) untuk menghindari penumpukan massa serta memudahkan penjemputan keluarga.
“Tidak didrop di satu titik, tetapi di KBIHU masing-masing agar tidak menimbulkan kemacetan,” tambah Romdloni.
Dalam proses penyelenggaraan haji tahun ini, tercatat total keberangkatan jemaah Kabupaten Malang sebanyak 1.637 orang yang terbagi dalam tujuh kloter. Sementara jumlah kepulangan tercatat 1.636 orang.
Selain itu, pihak Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Malang juga mengonfirmasi adanya dua jemaah yang wafat di Tanah Suci. Mereka adalah Samanu Linggan dan Jamari Supiyo.
Diketahui jika, Samanu, warga Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, meninggal di Saudi German Hospital Makkah akibat sakit pada usia 85 tahun. Sementara Jamari, warga Desa Sukolilo, Kecamatan Wajak, wafat di King Faisal Hospital Makkah pada usia 73 tahun. Keduanya telah dimakamkan di Makkah sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Dalam hal ini, Pemkab Malang turut menyiapkan fasilitas transportasi kepulangan jemaah dari dan menuju Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dengan alokasi anggaran sekitar Rp 400 juta untuk mendukung kelancaran proses pemulangan. (*)







