KAI Daop 8 Surabaya Sediakan 20 Water Station, Berpotensi Kurangi 640 Ribu Botol Plastik

oleh -124 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 01 at 9.26.21 AM 1 scaled
Seorang penumpang kereta sedang mengisi air minum di water station (Irma Hari Trisiawardani)

KabarBaik.co, Surabaya – PT KAI Daop 8 Surabaya terus menghadirkan layanan yang tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan. Hingga Juni 2026, KAI Daop 8 Surabaya telah menyediakan 20 unit Water Station atau fasilitas isi ulang air minum gratis yang tersebar di enam stasiun.

Melalui fasilitas tersebut, pelanggan dapat mengisi ulang tumbler atau botol minum pribadi sebelum maupun setelah melakukan perjalanan dengan kereta api. Kehadiran Water Station diharapkan mampu mendorong masyarakat membiasakan penggunaan botol minum yang dapat dipakai berulang kali sehingga mengurangi ketergantungan terhadap botol plastik sekali pakai.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan penyediaan Water Station merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

“Melalui fasilitas ini kami ingin mengajak masyarakat memulai kebiasaan sederhana, yakni membawa tumbler saat bepergian. Jika dilakukan secara bersama-sama, langkah kecil tersebut akan memberikan dampak besar dalam mengurangi sampah plastik,” ujar Mahendro, Sabtu (1/8).

Berdasarkan estimasi konservatif, apabila sekitar 10 persen dari total pelanggan KAI Daop 8 Surabaya selama Semester I 2026 memanfaatkan Water Station satu kali dengan membawa tumbler sendiri, maka terdapat potensi pengurangan sekitar 640 ribu botol plastik sekali pakai dalam kurun enam bulan.

Perhitungan tersebut mengacu pada jumlah pelanggan KAI Daop 8 Surabaya sepanjang Semester I 2026 yang mencapai 6.419.803 orang, meningkat sekitar delapan persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 5.947.731 pelanggan. Dengan asumsi satu kali pengisian ulang menggantikan satu botol air minum kemasan berukuran 600 mililiter, volume air yang berpotensi diisi ulang mencapai sekitar 384 ribu liter.

Mahendro menegaskan angka 640 ribu botol plastik itu merupakan potensi pengurangan sampah apabila semakin banyak pelanggan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, bukan data realisasi penggunaan Water Station.
Saat ini, fasilitas tersebut telah tersedia di enam stasiun, yakni Stasiun Surabaya Gubeng, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Malang, Stasiun Wonokromo, Stasiun Sidoarjo, dan Stasiun Lamongan.

Stasiun Malang dan Surabaya Gubeng masing-masing memiliki enam unit Water Station yang ditempatkan di tiga titik pelayanan. Sementara itu, Stasiun Surabaya Pasarturi memiliki lima unit yang tersebar di tiga area pelayanan, sedangkan stasiun lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat mobilitas pelanggan.

Penempatan fasilitas dilakukan di lokasi-lokasi strategis agar mudah dijangkau pelanggan, baik sebelum memasuki ruang tunggu keberangkatan maupun setelah tiba di stasiun.

Selain memudahkan pelanggan memperoleh air minum, KAI juga memastikan kualitas air yang tersedia aman dikonsumsi. Air pada Water Station telah melalui pengujian di Water Quality Laboratory yang dikelola Coway International Indonesia bekerja sama dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), serta mengacu pada standar kualitas air minum yang berlaku di Indonesia.

Hasil pengujian menunjukkan kualitas air memenuhi seluruh parameter baku mutu, mulai dari aspek mikrobiologi, fisik hingga kimia. Untuk menjaga kualitas dan higienitasnya, pengujian serta perawatan fasilitas dilakukan secara berkala.

Menurut Mahendro, keberadaan Water Station bukan sekadar fasilitas pelengkap perjalanan, melainkan bagian dari transformasi layanan KAI yang mengedepankan kesehatan, kenyamanan, sekaligus keberlanjutan lingkungan.

“Seteguk air sebelum perjalanan dapat membantu menjaga kebugaran pelanggan selama berada di kereta. Di sisi lain, membawa tumbler sendiri merupakan kebiasaan sederhana yang memberi kontribusi nyata dalam mengurangi timbulan sampah plastik. Kami mengajak seluruh pelanggan memanfaatkan Water Station secara bijak sekaligus menjaga kebersihan fasilitas yang tersedia,” katanya.

Seiring meningkatnya jumlah pengguna kereta api, KAI Daop 8 Surabaya menyatakan akan terus menghadirkan inovasi layanan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan, sekaligus memperkuat penerapan prinsip keberlanjutan. Kehadiran Water Station menjadi salah satu langkah nyata untuk mendorong terciptanya ekosistem transportasi publik yang lebih hijau, sehat, dan ramah lingkungan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.