Kajur PGSD Unram Soroti Kejanggalan Kematian Nadya, Kampus Tunggu Hasil Autopsi

oleh -165 Dilihat
Korban saat dievakuasi petugas.
Korban saat dievakuasi petugas.

KabarBaik.co, Mataram – Kepala Jurusan (Kajur) PGSD Universitas Mataram (Unram) Muhammad Tahir, mengenang almarhumah Nadya Dwi Rahmadhany atau NDR, 21 tahun, sebagai sosok mahasiswa yang dikenal ceria, aktif, dan mudah bergaul selama menempuh pendidikan di kampus tersebut.

Tahir mengaku terakhir kali bertemu dengan Nadya saat mahasiswi semester enam itu berdiskusi terkait mata kuliah muatan lokal bersama rekan-rekannya.

“Terakhir saya bertemu saat diskusi mata kuliah muatan lokal bersama teman-temannya. Anaknya ceria, rajin, dan aktif,” ujar Tahir kepada media, Selasa (19/5).

Kabar meninggalnya Nadya disebut membuat pihak jurusan terpukul. Tahir mengaku langsung menuju rumah sakit setelah menerima informasi tersebut, sebelum kemudian mendatangi sekolah tempat korban menjalani program asistensi mengajar.

Menurutnya, Nadya saat ini sedang menjalani semester enam, baru mengajukan judul skripsi, dan mengikuti program asistensi mengajar di SDN 23 Mataram.

“Mendengar kabar pagi tadi. Setelah dari rumah sakit, saya juga mendatangi sekolah tempat dia menjalani asistensi” katanya.

Pihak kampus, lanjut Tahir, masih menunggu hasil resmi autopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut. Ia mengaku melihat sejumlah hal yang dinilai janggal dari kondisi korban.

“Autopsi sudah dilakukan, tetapi hasilnya belum kami terima. Besok saya berencana bertemu Dekan Kedokteran untuk mendapatkan informasi lebih lanjut,” ujarnya.

Di lingkungan kampus, Nadya dikenal sebagai pribadi yang terbuka dan tidak pernah terlibat persoalan dengan teman-temannya. Korban disebut aktif bersosialisasi dan mudah berinteraksi dengan siapa saja.

“Dia dikenal baik, tidak pernah ada masalah dengan teman-temannya. Anak ini juga terbuka, makanya sebelum ditemukan meninggal, teman-temannya terus mencoba menghubungi lewat telepon maupun video call,” tutur Tahir.

Sebagai bentuk kepedulian, civitas akademika PGSD Unram telah melakukan penggalangan dana untuk membantu keluarga korban. Bantuan tersebut telah diserahkan langsung kepada pihak keluarga.

Meski demikian, Tahir berharap aparat kepolisian dapat mengusut tuntas penyebab kematian Nadya. Ia menegaskan masih banyak pertanyaan yang belum terjawab terkait peristiwa tersebut.

“Kampus sudah melakukan penggalangan dana dan menyerahkannya kepada keluarga. Tetapi terus terang, saya melihat ada sesuatu yang janggal dari kondisi korban,” tutupnya.

Seperti diberitakan, NDR ditemukan tak bernyawa di kamar kosnya di wilayah Gomong, Kota Mataram, Senin (18/5) kemarin.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Arief Rahman
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.