Kasus Bullying Masih Marak, Mendikdasmen Ajak Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman

oleh -161 Dilihat
Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti saat diwawancarai awak media di Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Mendikdasmen Prof Abdul Mu'ti saat diwawancarai awak media di Sidoarjo. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Kasus perundungan (bullying) yang masih terjadi di lingkungan pendidikan menjadi perhatian serius Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta didik, sehingga setiap anak dapat belajar, tumbuh, dan berkembang tanpa rasa takut.

Ia menegaskan, pemerintah saat ini terus mendorong terciptanya budaya sekolah yang mengedepankan rasa saling menghormati sekaligus menekan berbagai bentuk perundungan yang masih kerap ditemukan.

“Kita sekarang sedang mengembangkan budaya aman dan nyaman. Karena memang banyak sekali perundungan yang terjadi dan itu harus menjadi perhatian kita bersama,” ujarnya saat kegiatan di Sidoarjo, Selasa (28/7).

Menurutnya, perundungan bukan persoalan yang bisa dianggap sepele. Dampaknya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan mental, perkembangan psikologis, hingga masa depan anak. Karena itu, upaya pencegahan harus dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan seluruh elemen, bukan hanya sekolah.

Menurutnya, membangun lingkungan pendidikan yang ramah anak membutuhkan peran aktif orang tua, guru, pemerintah, dan masyarakat. Kolaborasi seluruh pihak dinilai menjadi kunci agar anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang saling menghargai serta terbebas dari tindakan intimidasi maupun kekerasan.

“Budaya saling menghormati harus kita bangun bersama. Sekolah tidak bisa bekerja sendiri. Orang tua, guru, dan masyarakat harus ikut menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, nyaman, dan terlindungi,” tegasnya.

Ia juga mendorong penguatan pendidikan karakter sejak usia dini melalui penanaman nilai empati, toleransi, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Dengan karakter yang kuat, anak-anak diharapkan mampu membangun hubungan sosial yang sehat sekaligus berani menolak segala bentuk perundungan.

Abdul Mu’ti berharap sinergi seluruh pihak terus diperkuat sehingga budaya saling menghormati benar-benar menjadi kebiasaan di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang yang melahirkan generasi berkarakter, berempati, dan siap menciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari perundungan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.