KabarBaik.co, Bali – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI mulai melakukan tahapan operasional penyelenggaraan Ibadah Haji 2027. Seluruh jajaran Kemenhaj, baik di pusat maupun daerah, diminta bergerak cepat, memperkuat koordinasi, serta memastikan setiap tahapan berjalan tepat waktu dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi jemaah.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochammad Irfan Yusuf mengatakan, penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 sudah berjalan mengikuti timeline Pemerintah Arab Saudi. Transformasi penyelenggaraan haji tidak hanya diukur dari kelancaran operasional, tetapi juga dari kualitas layanan yang mampu menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi jemaah.
“Sekaligus kepastian bagi jemaah sejak sebelum keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” kata menteri yang akrab disapa Gus Irfan itu saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Bali belum lama ini, seperti dikutip dari laman resmi Kemenhaj, Minggu (26/7).
Kunjungan Menhaj ini menjadi bagian dari konsolidasi nasional Kemenhaj seiring dimulainya tahapan operasional Ibadah Haji 2027 yang mengacu pada timeline Pemerintah Arab Saudi. Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah penguatan pelaksanaan istithaah kesehatan. Istithaah adalah kemampuan atau syarat wajib mampu dalam beribadah haji, baik secara fisik, mental, ekonomi, maupun keamanan.
Gus Irfan menegaskan bahwa pemeriksaan kesehatan calon jemaah harus dilakukan sedini mungkin dan diikuti pembinaan kesehatan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya perlindungan jemaah. “Istithaah kesehatan bukan sekadar memenuhi persyaratan, tetapi ikhtiar negara untuk melindungi jemaah. Pemeriksaan kesehatan harus dilakukan lebih dini, pembinaannya harus berkelanjutan,” tegas Gus Irfan.
Dengan cara itu, lanjut Gus Irfan, jemaah haji benar-benar siap secara fisik saat berangkat ke Tanah Suci. Semakin sehat jemaah, semakin besar peluang menjalankan ibadah dengan nyaman, aman, dan khusyuk. Dia mengajak seluruh jajarannya agar menjadikan penyelenggaraan Ibadah Haji 2027 sebagai momentum menghadirkan tata kelola yang semakin profesional, adaptif, dan berorientasi pada perlindungan serta pelayanan terbaik bagi jemaah.
Menurut Menhaj, keberhasilan penyelenggaraan haji hanya dapat diwujudkan melalui kolaborasi yang kuat, kerja yang terukur, dan komitmen bersama untuk terus meningkatkan kualitas layanan dari waktu ke waktu. Karena itu, dia ingin memastikan penguatan kelembagaan, kesiapan sumber daya manusia, implementasi program istithaah kesehatan, serta langkah-langkah strategis dalam mendukung penyelenggaraan ibadah haji. (*)







