KabarBaik.co, Jember – Masa khidmat kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Jember periode 2026–2031 resmi dimulai usai prosesi pengukuhan di Pendopo Wahyawibawagraha pada Minggu (23/8).
Sebanyak 23 jajaran pengurus Dewan Pimpinan beserta ketua, sekretaris, dan anggota komisi dilantik, dengan KH. Abdul Haris, yang mengemban amanah sebagai Ketua MUI Jember.
Momentum ini mempertegas peran ulama dalam membimbing umat sekaligus mempererat kemitraan strategis dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Bupati Jember Muhammad Fawait, menyoroti peran penting ulama dan lembaga keagamaan dalam menyukseskan program-program daerah.
“Pembangunan Jember tidak bisa berjalan optimal hanya lewat kebijakan birokrasi, melainkan butuh sinergi erat dengan akademisi, pesantren, serta para ulama,” ujar Gus Fawait.
Ia menyampaikan, salah satu agenda utama yang dikerjasamakan adalah sektor kesehatan, khususnya sosialisasi imunisasi anak. Menurut Gus Fawait, pemahaman keliru mengenai hukum imunisasi dalam agama masih menjadi tantangan di beberapa wilayah.
“Jadi kehadiran MUI diharapkan mampu memberikan pencerahan keagamaan yang komprehensif agar masyarakat tidak ragu melengkapi imunisasi bagi putra-putri mereka,” ungkapnya.
Ia berharap pesan-pesan edukasi kesehatan ini dapat disisipkan dalam berbagai kegiatan keagamaan, seperti majelis taklim, pengajian, hingga lingkungan pesantren.
Selain masalah imunisasi, kolaborasi Pemkab Jember dan MUI juga mencakup berbagai program penanganan masalah sosial-kesehatan, seperti program Homecare bagi warga miskin ekstrem dan lansia tunggal hingga perhatian kesehatan bagi penyandang disabilitas serta para kiai dan pengasuh pondok pesantren.
Menanggapi hal tersebut, Ketua MUI Jember KH. Abdul Haris, menegaskan komitmennya untuk membawa MUI sebagai mitra pemerintah yang objektif, kritis, dan konstruktif.
Ia menyampaikan bahwa pemerintah dan ulama memiliki peran saling melengkapi. “Pemerintah berfokus pada pembangunan fisik dan material, sedangkan ulama bertanggung jawab pada penguatan moral, spiritual, serta karakter masyarakat,” katanya.
Melalui kerja sama yang makin erat ini, pembangunan di Kabupaten Jember diharapkan tidak hanya berorientasi pada capaian fisik semata, tetapi juga mewujudkan masyarakat yang sehat, berakhlak, dan sejahtera secara menyeluruh.(*)








