KabarBaik.co, Kota Madiun– Nama Kota Madiun tak pernah absen di Top BUMD Awards. Terbaru, Kota Pendekar ini meraih tiga penghargaan dalam ajang yang digelar Majalah Top Business tersebut.
Tiga penghargaan itu adalah Top BUMD Award 2026 bintang 4 untuk BPR Bank Daerah Kota Madiun, Top CEO BUMD 2026 kepada Forest Khrisna Tri Wasisto Ady, dan Top Pembina BUMD 2026 untuk Plt Wali Kota F Bagus Panuntun.
Penyerahan penghargaan berlangsung di Dian Ballroom, Hotel Raffles, Jakarta, Senin (13/4). Kota Madiun tak pernah absen dari Top BUMD Awards berturut-turut sejak 2023 lalu.
“Hari ini kita mendapatkan penghargaan dari Top Business terkait yang pertama Top BUMD, Top CEO, dan Top pembina BUMD,” kata Bagus.
Hasil ini patut dibanggakan. Pasalnya, seleksi dilakukan dari 1.170 lebih BUMD di seluruh tanah air. Penilaian yang dilakukan Top Business pun juga tak mudah. Penilaian dilakukan secara kredibel, objektif, dan komprehensif.
Dimulai dari pengumpulan data melalui kuisioner hingga pendalaman melalui wawancara penjurian. Dewan jurinya juga bukan sembarangan. Terdiri dari professor, doktor, praktisi bisnis, konsultan bisnis, akademisi, dan lain sebagainya.
Predikat bintang 4 juga sudah cukup tinggi. Bintang 4 berarti sangat baik. Yakni, memiliki pencapaian kinerja yang baik, kepemimpinan dan manajemennya baik dan selaras dengan visi BUMD. Selain itu telah melakukan inovasi atau perbaikan walau belum maksimal.
“Tentu harapannya penghargaan ini menambah semangat Bank Daerah untuk meningkatkan pendapatan yang pastinya juga berdampak pada peningkatan untuk Pemerintah Kota Madiun,” harapnya.
Bagus juga berpesan untuk jangan berpuas dulu. Sebaliknya, harus semakin ditingkatkan. Apalagi masih ada tingkatkan yang lebih tinggi. Yakni, bintang 5.
BUMD yang berhasil memenangkan predikat bintang 5 secara berturut-turut dari tiga, lima, sepuluh, dan 15 tahun juga mendapatkan penghargaan khusus. Yakni, golden, platinum, diamond, dan great trophy.
“Harapannya, bisa bintang 5. Makanya, harus diperbaiki lagi, dan lebih ditingkatkan lagi,” pungkasnya. (*)







