KabarBaik.co, Jakarta – Aktivitas pekerja memintal benang sebagai bahan baku tekstil di Karta Ajies Garment, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (15/4). Industri tekstil menyampaikan kekhawatiran terhadap keberlangsungan usaha terkait ancaman kenaikan akibat kondisi Geopolitik menyusul konflik di Timur Tengah. Tekanan ini muncul akibat kenaikan harga bahan baku yang dipicu oleh lonjakan harga minyak Dunia. Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (APSyFI), mencatat bahwa harga paraxylene sebagai bahan baku utama poliester telah mencapai USD 1.300 per ton, Nilai tersebut meningkat sekitar 40 persen dibandingkan dua pekan sebelumnya.
Imbas Geopolitik yang Mengancam Harga Tekstil















