Lawan Stigma Londo Ireng, Puluhan Wartawan Nganjuk Tanggalkan Kartu Pers dan Tabur Bunga

oleh -113 Dilihat
Puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Nganjuk menanggalkan kartu identitas (pers card) dan melakukan aksi tabur bunga di depan kantor DPRD Kabupaten Nganjuk
Puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers di Kabupaten Nganjuk menanggalkan kartu identitas (pers card) dan melakukan aksi tabur bunga di depan kantor DPRD Kabupaten Nganjuk

KabarBaik.co, Nganjuk — Puluhan wartawan dari berbagai organisasi pers bersama aktivis LSM menggelar aksi unjuk rasa damai di depan kantor DPRD Kabupaten Nganjuk, Kamis (30/7).

Aksi yang melibatkan gabungan lintas organisasi mulai dari PWI, IJTI, PJI, MIO, hingga IWO Nganjuk ini digelar sebagai bentuk protes keras atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang melontarkan diksi “Londo Ireng”.

“Kami menolak keras tudingan dan sebutan ‘Londo Ireng’ tersebut. Istilah itu memiliki dampak historis yang sangat mencederai martabat profesi jurnalis yang selama ini bekerja demi kepentingan publik, bukan antek asing atau penjajah,” tegas Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi, Mahbup Jamal, di sela-sela unjuk rasa.

Sebagai puncak protes, massa aksi secara serentak melepas id card pers masing-masing lalu meletakkannya di jalan raya dan menaburinya dengan bunga.

Aksi simbolis menanggalkan kartu identitas dan tabur bunga ini menandakan rasa duka cita yang mendalam atas terlukainya kebebasan pers serta munculnya stigmatisasi negatif terhadap insan pers nasional.

“Pelepasan pers card dan tabur bunga ini adalah simbol mati nuraninya kepemimpinan terhadap profesi jurnalis. Oleh karena itu, kami wartawan dan LSM dari Nganjuk mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk mencabut pernyataan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” lanjut Mahbup Jamal.

Massa menegaskan bahwa wartawan bekerja dilindungi oleh Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik untuk mengawal demokrasi serta menyampaikan kebenaran, sehingga sangat tidak pantas jika diasosiasikan dengan label historis yang berkonotasi pengkhianat bangsa.

“Wartawan bukan Londo Ireng. Kami bekerja melayani masyarakat, bukan pihak manapun. Kami berharap tuntutan dari daerah ini didengar oleh pemerintah pusat agar kebebasan dan martabat pers di Indonesia tetap terjaga,” pungkas Mahbup.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Agus Karyono
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.