Ledakan Dahsyat di Ponorogo Diduga Rakit Mercon, Remaja 16 Tahun Tewas

oleh -16 Dilihat
WhatsApp Image 2026 03 01 at 7.34.46 PM
Ledkaan di Ponorogo hancurkan rumah dan tewaskan seorang remaja (Tangkapan layar)

KabarBaik.co, Ponorogo – Ledakan keras terdengar di Dusun Cuet, Desa Plosojenar, Kauman, Ponorogo. Ledakan itu menghancurkan sebuah rumah dan menewaskan satu orang.

Korban tewas pada kejadian Minggu (16/3) pukul 17.15 itu adalah seorang remaja berusia 16 tahun. Sementara satu remaja lainnya mengalami luka serius dan dilarikan ke rumah sakit.

“Suara ledakannya sangat keras, terdengar dari jarah ratusan meter. Rumah saya sendiri 500 meter dari lokasi. Saya langsung ke lokasi begitu mendengar ledakan itu,” ujar Kamituwo Dusun Pendem, Desa Carat, Siswanto.

Siswanto mengaku tetap datang ke lokasi meski dusun tersebut bukanlah wilayahnya. Begitu tiba di lokasi, Siswanto langsung tergerak mencari apakah ada korban atau tidak.

“Saya mencari korban begitu tiba di lokasi. Mereka masih hidup waktu saya sampai,” kata Siswanto.

Korban tewas adalah Rifai, 16. Saat ditemukan, Rifai masih hidup. Ia didekap ibu dan kakaknya di depan rumah. Namun nyawanya tak tertolong kemudian.

“Saat itu korban masih di depan rumah, belum meninggal, dia didekap ibu dan kakaknya. Tapi akhirnya meninggal karena tak ada pertolongan,” kata Siswanto.

Korban lain adalah Toni, warga Morosari, Sukorejo. Meski mengalami luka cukup parah, Toni masih bisa diselamatkan.Ia segera dibawa ke rumah sakit.

“Dua-duanya berlumuran darah,” jelasnya.

Ledakan itu sendiri diduga berasal dari bahan peledak yang tengah dirakit kedua korban untuk membuat mercon atau balon udara.

“Kemungkinan mereka merakit mercon atau balon udara. Ledakannya cuma satu kali, tapi ledakannya luar biasa,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.