Lesunya Daya Beli Kambing Kurban di Jombang, Pedagang Mengeluh

oleh -119 Dilihat
f47a2138 aefa 43b3 b9b3 2de055a8f455
Ternak kambing milik Wage di Ngoro Jombang. (Foto: Ist)

KabarBaik.co – Daya beli masyarakat terhadap hewan kambing untuk keperluan Hari Raya Idul Adha tahun ini terpantau lesu. Kondisi ini sangat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana transaksi jual beli kambing sudah ramai jauh-jauh hari sebelum perayaan.

Wage, seorang peternak dan pedagang kambing asal Kecamatan Ngoro, Jombang, mengungkapkan kekecewaannya terhadap situasi ini. Ia menuturkan bahwa hingga saat ini, pesanan kambing yang diterimanya jauh lebih sedikit dibandingkan periode yang sama di tahun 2023 dan 2024.

“Sampai saat ini saya baru menerima 6 pesanan ekor kambing saja. Padahal, tahun-tahun kemarin, sebulan sebelum Idul Adha, pesanan sudah banyak dan calon pembeli minimal sudah memberikan uang muka,” ujar Wage kepada wartawan, Kamis (15/5).

Wage menambahkan, keluhan serupa juga dirasakan oleh hampir seluruh pedagang kambing di wilayahnya. Menurutnya, faktor utama penyebab penurunan daya beli ini adalah kondisi perekonomian masyarakat yang sedang melemah.

“Terlihat jelas dari banyaknya karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) atau mengalami penurunan penghasilan. Hal ini tentu berdampak pada kemampuan mereka untuk membeli kambing kurban,” jelasnya.

Selain masalah ekonomi, Wage juga menyoroti tingginya angka pengangguran sebagai faktor lain yang memperparah situasi ini. Minimnya lapangan pekerjaan membuat banyak masyarakat tidak memiliki penghasilan yang cukup untuk berbelanja, termasuk membeli hewan kurban.

“Saat ini banyak sekali orang yang masih menganggur karena kurangnya lapangan kerja. Jika tidak ada pekerjaan, otomatis pemasukan mereka juga tidak ada, dan ini pasti berpengaruh pada daya beli di pasar, termasuk jual beli kambing,” katanya.

Sepinya pembeli saat ini membuat Wage kesulitan memprediksi apakah akan terjadi lonjakan permintaan menjelang hari raya. Ia mengaku belum menerima satu pun panggilan telepon atau pesanan daring, padahal di tahun-tahun sebelumnya, pesanan sudah membanjiri bahkan sebagian kambing sudah dikirimkan dua minggu sebelum Idul Adha.

“Tahun-tahun kemarin, kambing saya bisa terjual sampai 120 ekor. Sekarang, jangankan memprediksi lonjakan, pesanan lewat telepon saja belum ada,” ungkapnya dengan nada khawatir.

Dengan kondisi pasar yang lesu ini, Wage berharap Pemerintah Kabupaten Jombang dapat memberikan perhatian kepada para pedagang dan peternak kambing. Ia berharap pemerintah dapat memantau langsung kondisi di pasar hewan dan menyadari kesulitan yang dihadapi para penjual akibat minimnya daya beli masyarakat.

“Harapan saya, Pemerintah Kabupaten Jombang bisa memperhatikan kondisi kami para pedagang dan peternak kambing. Coba dicek di pasar hewan, pasti akan terlihat bahwa banyak penjual yang kekurangan modal. Selain itu, kami juga berharap pemerintah bisa membuka lebih banyak lapangan pekerjaan agar perekonomian masyarakat kembali bergerak dan daya beli di pasar juga meningkat,” pungkas Wage.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.