Lima Wilayah Ini Masih Jadi Kantong DBD di Kabupaten Blitar

oleh -58 Dilihat
WhatsApp Image 2026 07 27 at 15.35.42
Ilustrasi DBD. (Foto: Calvin BT)

KabarBaik.co, Blitar – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar tetap mewaspadai lima wilayah dengan angka kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tertinggi meski kasus tersebut turun signifikan sepanjang 2026. Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dinilai menjadi kunci agar tren penurunan kasus tidak berbalik meningkat.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Blitar, Anggit Ditya Putranto mengatakan, hingga pertengahan 2026 tercatat 44 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, wilayah kerja Puskesmas Boro menjadi penyumbang kasus terbanyak dengan delapan kasus, disusul Puskesmas Wates tujuh kasus, Puskesmas Kademangan enam kasus, Puskesmas Kanigoro lima kasus, dan Puskesmas Wlingi empat kasus.

“Walaupun secara umum kasus DBD mengalami penurunan cukup signifikan, pemetaan kasus per wilayah tetap kami lakukan. Puskesmas Boro dan Wates saat ini menjadi perhatian kami untuk memperkuat gerakan PSN dan edukasi kepada masyarakat,” ujarnya.

Anggit menegaskan, tingginya kasus di beberapa wilayah tersebut tidak diikuti dengan meningkatnya angka kematian. Seluruh pasien yang terkonfirmasi DBD pada tahun ini berhasil mendapatkan penanganan hingga sembuh. “Case Fatality Rate (CFR) DBD di Kabupaten Blitar sampai saat ini masih nol persen. Artinya, tidak ada pasien yang meninggal akibat DBD karena seluruhnya dapat ditangani dengan baik,” katanya.

Untuk menekan penyebaran penyakit, Dinkes bersama puskesmas terus menggencarkan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), program Satu Rumah Satu Jumantik, hingga pembagian larvasida di wilayah yang dinilai berisiko.

Menurut Anggit, keberhasilan menekan kasus DBD tidak hanya bergantung pada layanan kesehatan, tetapi juga partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. “Kami mengimbau masyarakat tetap rutin menerapkan 3M Plus. Jangan sampai karena kasus menurun masyarakat menjadi lengah, sebab potensi penularan DBD masih tetap ada,” pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Calvin Budi Tandoyo
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.