KabarBaik.co, Blitar – Hamparan tanah yang dahulu dipenuhi lubang galian dan lalu lalang alat berat di Dusun Maron, Desa Selokajang, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, kini mulai berubah wajah. Lahan bekas tambang pasir itu perlahan dihijaukan kembali melalui penanaman ratusan pohon alpukat dan tebu.
Di atas lahan seluas sekitar 14.000 meter persegi, pemerintah desa bersama warga memulai pemanfaatan kawasan pascatambang menjadi lahan produktif. Saat ini, sekitar 200 pohon alpukat telah ditanam di lahan seluas 6.000 meter persegi, sementara sisanya akan dikembangkan secara bertahap.
Kepala Dusun Maron, Imam Mustafa mengatakan, pemanfaatan lahan tersebut dimulai setelah sebagian area bekas tambang direklamasi dan dikembalikan kepada pemerintah desa. Warga kemudian sepakat mengelolanya agar kembali memiliki nilai ekonomi. “Jenis tanah di sini merupakan topsoil sehingga masih cukup baik untuk ditanami berbagai tanaman,” ujarnya.
Sebelumnya, sebagian lahan di sekitar lokasi hanya dimanfaatkan warga untuk menanam rumput kolonjono sebagai pakan ternak. Pemerintah desa kemudian memilih alpukat karena dinilai memiliki prospek ekonomi yang lebih baik dalam jangka panjang.
Program penghijauan dimulai sejak Mei 2025. Meski masa kontrak penambangan baru berakhir pada 2026, lahan yang telah direklamasi langsung dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian. “Tanah yang sudah dikembalikan ke desa langsung kami kelola bersama masyarakat. Harapannya nanti hasilnya bisa menjadi tambahan pendapatan asli desa,” kata Imam.
Untuk menjaga pertumbuhan tanaman, pemerintah desa membangun sumur bor sebagai sumber irigasi, terutama menghadapi musim kemarau. “Sumber air kami siapkan dari sumur bor supaya tanaman tetap terawat meski musim kemarau,” jelasnya.
Menurut Imam, setiap pohon alpukat diperkirakan mampu menghasilkan sekitar Rp 500 ribu per tahun saat memasuki masa produktif. Nilai tersebut dinilai cukup menjanjikan apabila seluruh lahan nantinya berhasil ditanami. “Kalau seluruh lahan bisa ditanami, tentu hasilnya akan lebih besar. Selain menambah pendapatan desa, kami berharap juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar,” pungkasnya. (*)






