KabarBaik.co, Blitar – Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar memastikan belum akan melakukan pengembangan fisik di kawasan Makam Bung Karno (MBK) sepanjang tahun ini. Keterbatasan anggaran membuat pemerintah hanya mengalokasikan dana untuk pekerjaan pemeliharaan rutin.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin mengatakan, anggaran yang tersedia tahun ini difokuskan untuk menjaga kondisi kawasan tetap layak dikunjungi. Sejumlah pekerjaan yang dilakukan hanya sebatas pengecatan pagar dan pemeliharaan fasilitas yang sudah ada.
“Tahun ini memang anggarannya kecil. Hanya cukup untuk pemeliharaan rutin, seperti pengecatan pagar dan perawatan fasilitas yang ada,” ujarnya. Karena itu, Pemkot Blitar belum memiliki ruang untuk merealisasikan pengembangan kawasan secara lebih luas. Pemerintah memilih menyusun perencanaan lebih dahulu agar arah penataan MBK lebih matang sebelum pembangunan dilakukan.
Menurut Wali Kota, pemetaan kawasan diperlukan untuk menentukan kebutuhan pengembangan sekaligus menghitung dukungan anggaran yang dibutuhkan. “Kami petakan dulu kebutuhannya. Setelah perencanaannya matang, baru kami akan mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat agar kawasan ini bisa lebih representatif,” katanya.
Ia berharap kawasan MBK ke depan tidak hanya nyaman bagi peziarah, tetapi juga mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi masyarakat yang ingin mengenal sejarah Bung Karno. “Kami ingin para peziarah datang dengan nyaman, bisa berziarah dengan khusyuk, sekaligus meneladani semangat Bung Karno. Jas Merah, jangan sekali-kali melupakan sejarah,” tandasnya. (*)






