KabarBaik.co – Rentetan dugaan kasus kekerasan seksual terhadap pelajar di Jombang mendorong berbagai pihak untuk bergerak cepat.
Dewan Pendidikan Jombang bersama Women Crisis Center (WCC) dan UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) membuka posko pengaduan khusus bagi anak-anak sekolah yang menjadi korban.
Pembukaan posko ini dilakukan menyusul terungkapnya dua kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur dalam dua pekan terakhir. Posko tersebut diharapkan dapat menjangkau korban yang selama ini masih takut atau ragu untuk melapor.
Ketua Dewan Pendidikan Jombang Cholil Hasyim mengatakan posko pengaduan disiapkan sebagai ruang aman bagi anak-anak untuk mengadu, berkonsultasi, sekaligus mendapatkan pendampingan.
“Sekolah seharusnya menjadi tempat yang aman dan bermartabat bagi peserta didik. Dugaan pelecehan oleh oknum guru adalah pelanggaran berat terhadap etika profesi pendidik dan pengkhianatan atas kepercayaan masyarakat,” ujar Cholil, Jumat (9/1).
Senada dengan itu, Direktur WCC Jombang Ana Abdillah menegaskan bahwa posko pengaduan dirancang sebagai jembatan bagi anak-anak korban kekerasan seksual agar berani menyampaikan pengalaman mereka tanpa rasa takut.
“Kami berkomitmen mendampingi anak-anak korban, baik secara psikologis maupun hukum. Tidak ada korban yang berjalan sendiri,” kata Ana.
Menurut Ana, layanan posko meliputi konsultasi, penerimaan laporan, hingga pendampingan hukum dan psikologis. Kehadiran posko ini diharapkan dapat membantu memutus mata rantai kekerasan seksual, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga.
“Harapan kami, posko ini menjadi langkah awal untuk menghentikan kekerasan seksual terhadap anak,” pungkasnya. (*)









