KabarBaik.co, Nganjuk – Langkah besar diambil oleh tiga pemerintah daerah di Jawa Timur demi mengurai benang kusut kemacetan di kawasan perbatasan. Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Jombang secara resmi mengajukan draf usulan percepatan pembangunan Flyover (Jalan Layang) Simpang Lima Mengkreng kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta.
Menurut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, pengajuan ini merupakan momentum krusial yang sudah dinantikan masyarakat luas.
“Kolaborasi tiga kabupaten ini adalah bukti komitmen kami bahwa ego sektoral harus disingkirkan demi hajat hidup orang banyak dan kelancaran ekonomi di gerbang barat Jawa Timur,” ujarnya, Kamis (28/5).
Langkah kolaboratif ini merupakan respons cepat dan konkret dari ketiga pemda untuk mengatasi masalah kemacetan parah yang telah berlangsung bertahun-tahun. Volume kendaraan harian yang melintasi kawasan tersebut dinilai sudah sangat melebihi kapasitas jalan yang ada.
“Simpang Lima Mengkreng ini ibarat jantung transportasi yang tersumbat. Tiap hari ribuan kendaraan terjebak di sana, dan jika tidak ada lompatan infrastruktur seperti flyover ini, kelumpuhan logistik di perbatasan tinggal menunggu waktu,” tegas Kang Marhaen, sapaan akrab Bupati Nganjuk ini.
Sebagai jalur urat nadi, Simpang Lima Mengkreng memegang peran vital dalam menghubungkan aktivitas masyarakat serta jalur distribusi logistik utama di koridor Nganjuk, Kediri, dan Jombang.
“Karena posisinya yang berada di titik temu tiga wilayah, penanganan transportasi di kawasan ini menuntut sinergi lintas daerah agar kebijakan yang diambil dapat saling mendukung.
“Tantangan di Mengkreng itu kompleks karena ada pertemuan arus dari tiga kabupaten, perlintasan kereta api, ditambah pasar dan pertokoan di kanan-kiri jalan. Satu-satunya jalan keluar yang paling rasional dan solutif memang memisahkan arus kendaraan lewat jalur layang,” tambahnya.
Kondisi lalu lintas di Simpang Lima Mengkreng selama ini kerap dikeluhkan karena memiliki kompleksitas yang tinggi. Titik jenuh kemacetan ini biasanya mencapai puncaknya pada jam sibuk kerja, akhir pekan, hingga momen mudik Lebaran.
Pembangunan flyover modern ini digadang-gadang akan menjadi solusi jangka panjang yang paling efektif.
Selain memperlancar arus lalu lintas dan meningkatkan konektivitas antarwilayah, infrastruktur ini diproyeksikan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah secara signifikan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Nganjuk Sri Handariningsih optimistis bahwa proyek ini akan membawa multiplier effect bagi perekonomian makro.
“Dengan terurainya kemacetan, armada angkutan barang dapat menghemat waktu tempuh secara drastis. Efek domino positifnya, distribusi hasil industri ke berbagai daerah akan menjadi jauh lebih cepat, efektif, dan efisien,” jelasnya.
Tidak hanya menguntungkan sektor industri skala besar, proyek jalan layang ini juga diproyeksikan mampu menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di kawasan perbatasan.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal, jasa transportasi, hingga sektor pariwisata akan mendapat angin segar berkat aksesibilitas yang jauh lebih lancar dan nyaman.






