Mahasiswa UMSIDA Geruduk DPRD Sidoarjo, Tuntut Evaluasi MBG hingga Kenaikan BBM

oleh -124 Dilihat
Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih menemui massa. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)
Ketua DPRD Sidoarjo Abdilah Nasih menemui massa. (Foto: Achmad Adi Nurcahya)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Puluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Kabupaten Sidoarjo, Kamis (18/6). Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah pusat dengan membawa berbagai spanduk bernada protes.

Beberapa spanduk yang dibentangkan di antaranya bertuliskan ‘Indonesia Bangkrut’, ‘MBG (Mas Bowo Gagal)’, hingga ‘Prabowo Love Teddy’. Selain berorasi, massa aksi juga menyampaikan sejumlah tuntutan yang mereka nilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah.

Aksi mahasiswa diterima langsung oleh Ketua DPRD Sidoarjo, Abdilah Nasih, bersama empat anggota DPRD lainnya. Mereka bahkan memilih duduk bersama mahasiswa di depan pintu masuk kantor DPRD untuk mendengarkan aspirasi yang disampaikan secara langsung.

Koordinator aksi, Bagus Arif Rizki Refandi, mengatakan pihaknya membawa enam tuntutan kepada pemerintah dan DPRD Sidoarjo. Pertama, mahasiswa menuntut pemerintah mengevaluasi sekaligus menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kedua, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memberikan jaminan kepada para buruh agar terhindar dari ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat pelemahan nilai tukar rupiah yang berdampak pada industri manufaktur lokal.

Selain itu, mahasiswa juga meminta pemerintah melakukan operasi pasar secara berkala guna menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok. Tuntutan berikutnya, mereka mendesak DPRD Sidoarjo menghentikan Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) karena dinilai menambah beban pemerintahan desa dan meminta anggaran lebih diprioritaskan untuk sektor pendidikan.

Tak hanya itu, massa aksi juga meminta DPRD Sidoarjo bersikap transparan mengenai hubungan kelembagaan dengan Polresta Sidoarjo yang dinilai perlu dijelaskan kepada publik agar tidak menimbulkan persepsi yang bertentangan dengan semangat reformasi. Sebagai tuntutan terakhir, mahasiswa mendesak DPRD Kabupaten Sidoarjo menyatakan dukungan terhadap percepatan pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai instrumen pemberantasan korupsi.

“Kami mengawal tegas bukan hanya sekadar aksi hari ini, tapi kami mengawal agar suara kami sampai ke pusat. Kami akan menagih janji itu minggu depan. Kalau tidak ada tindak lanjut, kami akan melakukan aksi besar-besaran yang melibatkan aliansi BEM dan teman-teman Cipayung,” tegas Bagus Arif Rizki Refandi.

Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Sidoarjo, Abdilah Nasih, mengapresiasi aksi yang dilakukan mahasiswa. Menurutnya, sudah menjadi tugas DPRD untuk menerima dan menyalurkan setiap aspirasi masyarakat, baik yang berkaitan dengan persoalan daerah maupun kebijakan pemerintah pusat.

Ia memastikan seluruh tuntutan yang disampaikan mahasiswa akan dibahas lebih lanjut melalui forum diskusi yang akan digelar bersama DPRD pada pekan depan agar setiap poin dapat dikaji secara komprehensif.

“Alhamdulillah kita akan memberikan kesempatan, kita akan mengundang untuk mendiskusikan sama-sama terkait dengan tujuan itu di minggu depan,” ujar Abdilah Nasih.

Mahasiswa pun menegaskan akan terus mengawal komitmen DPRD tersebut. Mereka memberi tenggat waktu hingga pekan depan dan memastikan akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tidak ada tindak lanjut terhadap enam tuntutan yang telah disampaikan.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.