Makin Mengkhawatirkan! Rupiah Nyaris Jebol Rp 17.900 per Dolar AS

oleh -103 Dilihat
rupiah menguat

KabarBaik.co, Jakarta- Nilai tukar rupiah kembali berada dalam tekanan berat. Masih memanasnya konflik geopolitik global, masih disebut sebagai biang dominan.  Pada perdagangan Jumat (29/5), rupiah bahkan sempat menyentuh level Rp 17.905 per dolar AS sebelum akhirnya ditutup melemah di Rp 17.881 per dolar AS.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso mengatakan pelemahan rupiah masih dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah yang memicu gejolak di pasar keuangan global.

“Tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global akibat perkembangan konflik di Timur Tengah,” ujar Ramdan dalam keterangannya pada awak media di Jakarta, Jumat (29/5).

Tak hanya faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga datang dari dalam negeri. BI mencatat permintaan dolar AS meningkat seiring periode pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan menjelang libur dan cuti bersama Idul Adha 1447 Hijriah. “Terdapat peningkatan kebutuhan valas secara musiman di tengah arus masuk dolar AS yang terbatas,” ujarnya.

Untuk menjaga stabilitas Rupiah, lanjut dia, BI memastikan terus melakukan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian surat berharga negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain intervensi pasar, BI juga tetap menjaga daya tarik aset keuangan domestik melalui kebijakan suku bunga acuan agar aliran modal asing tetap terjaga.

Di sisi lain, mulai Juni 2026 BI akan memberlakukan batas pembelian valuta asing tunai terhadap Rupiah tanpa underlying sebesar 25.000 dolar AS per pelaku per bulan. Kebijakan tersebut diharapkan dapat membantu mengendalikan tingginya permintaan dolar AS di pasar domestik.

Baca Juga: Nakhoda di Tengah Badai: Gubernur BI Perry Warjiyo dan Martabat Rupiah yang Sedang Goyah

BI menegaskan akan terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk menjaga stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar rupiah, termasuk melalui pengawasan terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh perbankan dan korporasi.

Ke depan, bank sentral memastikan akan terus mencermati perkembangan pasar global dan domestik serta mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Supardi Hardy


No More Posts Available.

No more pages to load.