KabarBaik.co, Jember – Langkah taktis diambil Perusahaan Daerah Perkebunan (PDP) Kahyangan Jember dalam memacu kinerja usahanya. Pengelola aset daerah ini resmi merapat ke Regional 5 PT Perkebunan Nusantara (PTPN) I untuk memperkuat tata kelola bisnis, perluasan pasar ekspor, hingga diversifikasi komoditas.
Pertemuan yang diinisiasi bersama Komisi C DPRD Jember tersebut membuahkan kesepakatan sinergis antara BUMD dan BUMN. “Hasil pertemuannya sangat positif. Kami menyerap banyak pelajaran dari PTPN, mulai dari manajerial hingga operasional usaha,” kata Direktur Utama PDP Kahyangan Jember, Gogot Cahyo Baskoro, Kamis (27/8).
Ia menerangkan, kolaborasi ini mencakup beberapa poin strategis, mengingat area tanam tebu PDP Kahyangan saat ini baru berkisar 80 hektar. Kemitraan dengan PTPN I yang berpengalaman panjang di sektor ini akan difokuskan untuk menggenjot luas tanam dan produktivitas.
Pihaknya juga menyebut, PTPN I siap membuka jaringan pembeli (buyer) global agar komoditas unggulan PDP Kahyangan dapat menembus pasar ekspor dengan nilai tawar yang lebih menguntungkan.
Kedua pihak menyepakati proteksi keamanan terpadu di wilayah operasional yang saling berbatasan, seperti di Sumber Pandan (Kecamatan Sumberbaru) dan Sumber Tenggulun (Kecamatan Tanggul).
Selain penguatan komoditas karet dan kopi yang tengah mencatatkan tren harga positif, PDP Kahyangan mulai melirik potensi budidaya kayu gaharu serta penataan kembali (replanting) tanaman kopi.
Gogot menegaskan bahwa penataan dan optimalisasi total aset lahan seluas 3.800 hektar merupakan prioritas utama. Menurutnya, pemanfaatan lahan secara maksimal tak hanya soal memburu profit, tetapi juga menjalankan fungsi sosial.
“Jika kondisi finansial perusahaan sehat, otomatis kesejahteraan karyawan meningkat. Pemanfaatan potensi ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pengetasan kemiskinan di kawasan pinggiran perkebunan,” tutupnya. (*)






