Menkomdigi Kecam Israel Cegat Misi Kemanusiaan ke Gaza, Nasib Tiga Jurnalis Indonesia Belum Diketahui

oleh -160 Dilihat
Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid
Menteri Komunikasi dan Digital RI (Menkomdigi) Meutya Hafid. (Foto: Ist/ANTARA)

KabarBaik.co, Jakarta – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat serta menahan rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dalam perjalanan menuju Gaza, Palestina.

Di antara rombongan tersebut terdapat tiga jurnalis asal Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan kemanusiaan, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo.

Hingga Selasa (19/5), keberadaan kapal yang membawa para jurnalis Indonesia itu belum diketahui secara pasti. Kontak dengan awak kapal juga dilaporkan terputus setelah armada dicegat aparat Israel di perairan menuju Gaza.

“Kami mengikuti dengan penuh keprihatinan kabar mengenai jurnalis Indonesia yang tengah menjalankan tugas peliputan dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Di tengah situasi konflik, keselamatan insan pers harus selalu menjadi perhatian kita semua,” kata Menkomdigi dalam keterangan pers pemerintah yang diterima di Jakarta pada Selasa.

Meutya menegaskan, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan fakta dan suara kemanusiaan kepada dunia internasional, terutama di tengah konflik berkepanjangan di Gaza.

Ia menilai keselamatan para pekerja media harus dihormati dan dijamin oleh semua pihak.

Menurut data Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, sedikitnya terdapat 10 kapal dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 yang ditahan aparat Israel. Beberapa di antaranya adalah kapal Amanda, Barbaros, Josef, dan Blue Toys.

Penahanan armada kemanusiaan itu memicu kekhawatiran internasional karena membawa relawan sipil dan jurnalis dari berbagai negara yang hendak menyalurkan bantuan kemanusiaan ke Gaza.

Meutya mengatakan pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan mendukung penuh langkah diplomatik yang ditempuh Kemlu RI untuk memastikan keselamatan warga negara Indonesia (WNI) dalam rombongan tersebut.

“Kemkomdigi akan terus berkoordinasi dengan Kemlu dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan dan mendukung langkah perlindungan bagi warga negara Indonesia dalam misi tersebut,” katanya.

Sementara itu, Kemlu RI menyatakan telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Ankara, KBRI Kairo, dan KBRI Amman guna menyiapkan langkah perlindungan serta kemungkinan pemulangan WNI apabila diperlukan.

Situasi di Gaza sendiri masih berada dalam kondisi krisis kemanusiaan akibat serangan militer Israel yang terus berlangsung dalam beberapa bulan terakhir.

“Doa dan harapan kami menyertai seluruh jurnalis dan relawan kemanusiaan agar senantiasa diberikan keselamatan,” demikian Meutya Hafid.(*/ANTARA)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: F. Noval
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.