Merawat Warisan Budaya, Petrokimia Gresik Dorong Regenerasi Dalang Wayang Kulit

oleh -107 Dilihat
Penyerahan uang pembinaan kepada dalang cilik oleh Petrokimia Gresik. (Foto: Ist/Komkor PG)
Penyerahan uang pembinaan kepada dalang cilik oleh Petrokimia Gresik. (Foto: Ist/Komkor PG)

KabarBaik.co, Gresik – Tiga dalang cilik asal Kabupaten Gresik mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan mereka di hadapan ribuan masyarakat dalam pagelaran wayang kulit di SOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, baru-baru ini.

Momen tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 Petrokimia Gresik sekaligus HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Selain dalang cilik, pagelaran itu juga menghadirkan dalang muda yang merupakan karyawan Petrokimia Gresik.

Direktur Utama Petrokimia Gresik Daconi Khotob, mengatakan, pelestarian budaya menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menyiapkan masa depan.

Menurutnya, tema HUT ke-54 Petrokimia Gresik, “Growing the Future”, tidak hanya dimaknai sebagai pertumbuhan bisnis, tetapi juga sebagai upaya menyiapkan generasi penerus yang mampu menjaga nilai dan warisan budaya bangsa.

“Pagelaran wayang kulit menjadi agenda rutin tiap momen ulang tahun perusahaan. Kami ingin ikut memastikan seni wayang tetap memiliki ruang untuk tumbuh di tengah generasi muda,” ujar Daconi.

Pagelaran dibuka dengan lakon “Sumantri Ngenger” yang dibawakan oleh dalang muda Ki Achmad Bagas Septyawan. Bagas merupakan karyawan muda Pabrik 2B Petrokimia Gresik sekaligus binaan Sanggar Mahesa Kencana Petrokimia Gresik.

Setelah itu, panggung wayang dilanjutkan dengan penampilan tiga dalang cilik asal Gresik. Mereka yakni Avito Bintang Pratama, siswa kelas 9 SMPN 1 Gresik. Lalu, Nicolas Davino, siswa kelas 5 SD Petrokimia Gresik. Kemudian, Kyano Renand H, siswa kelas 5 MI Nahdlatul Ulama (NU) Trate Putra.

Penampilan para dalang muda tersebut menjadi gambaran bahwa seni wayang masih memiliki ruang di tengah generasi muda.

Petrokimia Gresik menilai regenerasi seniman menjadi salah satu kunci agar wayang tidak berhenti sebagai warisan masa lalu, tetapi tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

“Ketika anak-anak muda mau belajar dan tampil membawakan wayang, di situlah kita melihat harapan bagi keberlanjutan budaya. Kami ingin memberikan ruang agar talenta-talenta muda ini terus berkembang dan semakin percaya diri dalam membawa seni tradisi ke generasi berikutnya,” jelas Daconi.

Tak hanya memberikan panggung, Petrokimia Gresik juga menyerahkan uang pembinaan kepada para dalang cilik. Dukungan tersebut diharapkan dapat memotivasi mereka untuk terus belajar dan melestarikan seni wayang, sekaligus mendorong munculnya generasi baru pelaku seni tradisional di Kabupaten Gresik.

Salah satu dalang cilik, Kyano mengaku belajar mendalang sejak usia 3 tahun. Ia mengaku tertarik dengan kesenian wayang kulit karena sering menonton di YouTube. Ketertarikan itu mengantarkannya untuk belajar lebih serius di sanggar.

“Dulu sering lihat wayang di YouTube, akhirnya suka. Belajar sejak usia tiga tahun,” ungkapnya. Kini menginjak umur 10 tahun, Kyano sudah bolak-balik naik panggung sebagai dalang cilik. Hal itu menjadi pengalaman penting baginya.

“Tantangan jadi dalang itu harus bisa menyesuaikan suara, antara tokoh wayang satu dengan yang lain. Makanya harus terus belajar,” tandasnya. Sebagai pelaku kesenian cilik, ia berharap wayang kulit tetap lestari.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.