Miris! Mayoritas Kasus Kekerasan Seksual di Sidoarjo Menimpa Anak

oleh -113 Dilihat
Ilustrasi.
Ilustrasi. (Foto: Ist)

KabarBaik.co, Sidoarjo – Ancaman kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sidoarjo masih menjadi persoalan serius yang membutuhkan perhatian bersama. Dari seluruh perkara yang ditangani Sat PPA dan PPO Polresta Sidoarjo, sekitar 50 persen di antaranya merupakan kasus kekerasan seksual terhadap anak.

Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa pelecehan dan kekerasan seksual masih menjadi bentuk kekerasan yang paling banyak menimpa anak-anak di Kota Delta. Kondisi ini sekaligus menjadi alarm bagi keluarga, sekolah, dan masyarakat untuk memperkuat pengawasan serta perlindungan terhadap anak.

Kasat PPA Polresta Sidoarjo AKP Rohmawati Lailah mengatakan dominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak menunjukkan bahwa persoalan tersebut belum dapat ditekan secara maksimal meskipun berbagai upaya pencegahan telah dilakukan.

“Kasus kekerasan seksual terhadap anak masih cukup tinggi. Dari perkara yang kami tangani, sekitar 50 persen didominasi kasus kekerasan seksual terhadap anak. Ini harus menjadi perhatian serius seluruh stakeholder karena perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya, Minggu (7/6).

Menurutnya, kepolisian secara rutin melakukan sosialisasi dan edukasi ke sekolah maupun lingkungan masyarakat mengenai bahaya kekerasan seksual terhadap anak. Namun upaya tersebut perlu didukung keterlibatan aktif orang tua dan lingkungan sekitar agar pencegahan dapat berjalan lebih efektif.

“Kami sudah berulang kali melakukan sosialisasi dan penyuluhan mengenai bahaya kekerasan seksual terhadap anak. Namun demikian, kasus-kasus seperti ini masih terjadi. Karena itu diperlukan keterlibatan aktif semua pihak untuk melakukan pencegahan sejak dini,” katanya.

Rohmawati menjelaskan, keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak dari ancaman pelecehan seksual. Orang tua perlu memberikan pemahaman sejak dini mengenai batasan tubuh pribadi serta mengawasi pergaulan anak secara lebih intensif.

“Anak harus berani mengatakan tidak ketika ada tindakan yang membuatnya tidak nyaman. Orang tua juga harus memberikan pemahaman sejak dini bahwa ada bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain. Faktanya, banyak pelaku justru merupakan orang yang dekat dengan korban,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa jumlah laporan yang masuk ke kepolisian belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya. Tidak sedikit korban maupun keluarga korban yang memilih bungkam karena takut, malu, atau khawatir mendapat stigma dari lingkungan sekitar.

“Angka laporan yang tinggi maupun rendah belum tentu menjadi ukuran sebenarnya. Bisa saja masih ada korban yang memilih diam karena takut atau khawatir mendapatkan stigma negatif dari lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Christian Tobing menegaskan penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak menjadi salah satu prioritas utama Polresta Sidoarjo. Untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal, pihaknya berencana menghadirkan ruang layanan terpadu yang ramah korban.

“Ini menjadi perhatian serius kami. Ke depan, kami berencana menyediakan ruang layanan khusus bagi korban kekerasan agar mereka dapat melapor dan menceritakan apa yang dialaminya dengan nyaman,” tegasnya.

Menurut Christian, layanan tersebut akan melibatkan dokter, psikolog, serta unsur dinas sosial agar korban memperoleh pendampingan menyeluruh sejak pelaporan hingga proses pemulihan.

“Di dalamnya akan melibatkan dokter, psikolog, serta unsur dinas sosial sehingga penanganan korban dapat dilakukan secara komprehensif, terpadu, dan lintas sektor,” tambahnya.

Ia berharap kehadiran layanan terpadu tersebut mampu memberikan rasa aman bagi korban sekaligus mendorong masyarakat untuk berani melaporkan setiap kasus kekerasan seksual terhadap anak.

“Korban harus mendapatkan perlindungan dan pendampingan yang menyeluruh. Dengan kolaborasi berbagai pihak, kami berharap penanganan kasus kekerasan seksual terhadap anak di Sidoarjo dapat berjalan lebih baik sekaligus memperkuat upaya pencegahannya,” pungkasnya.(*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Achmad Adi Nurcahya
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.