KabarBaik.co, Jember – Keberlanjutan sektor pertanian di Kabupaten Jember kini mulai diarahkan pada adopsi teknologi dan keterlibatan generasi muda.
Pemerintah daerah setempat secara resmi mendorong agar anak-anak muda mulai mengambil peran strategis dalam kepengurusan kelompok tani.
Langkah taktis ini disampaikan langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, dalam agenda Pro Gus’e Update yang digelar di Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP), Sabtu (6/6).
Pria yang akrab disapa Gus Fawait tersebut menilai, modernisasi pertanian tidak akan berjalan optimal tanpa adanya regenerasi. Oleh karena itu, anak-anak petani harus diberikan ruang untuk berinovasi di dalam organisasi.
“Kami menginstruksikan Dinas TPHP untuk segera bersinergi dengan camat, Gapoktan, dan kelompok tani. Tujuannya jelas, memasukkan generasi muda ke dalam struktur kepengurusan,” ungkap Gus Fawait.
Ia meluruskan bahwa kebijakan ini bukan untuk merombak total pengurus yang sudah ada, melainkan menambah amunisi baru dari kalangan milenial dan Gen Z guna memperkuat organisasi.
Dengan begitu, pemanfaatan teknologi informasi serta pengajuan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) bisa lebih gesit dan efektif.
Tak hanya fokus pada pemuda, Gus Fawait juga menyoroti rasio tenaga pendamping pertanian yang saat ini dinilai kurang ideal karena harus memegang lebih dari satu desa.
“Target ke depan adalah satu desa satu pendamping, atau bahkan lebih jika anggarannya memungkinkan. Penguatan SDM ini sedang kami matangkan untuk direalisasikan pada tahun 2027,” tambahnya.
Melalui kombinasi regenerasi pemuda dan optimalisasi tenaga pendamping, Pemkab Jember optimistis sektor agraria di wilayahnya akan menjadi lebih modern, adaptif, serta tetap kokoh sebagai pilar utama ketahanan pangan daerah.(*)






