Musim Hujan Berburu Jamur Barat di Kawasan Hutan Jombang

oleh -68 Dilihat
506a725f 74ca 4294 a58d 05a3bd17c716
Jamur barat. (Foto: Teguh Setiawan)

KabarBaik.co – Musim penghujan tidak selalu mendatangkan malapetaka. Terkadang hujan juga memberikan berkah tersendiri bagi alam dan beberapa orang.

Ya, bagi masyarakat Desa Pojokklitih, Kecamatan Plandaan, Jombang, musim hujan merupakan saat terbaik untuk berburu harta karun di hutan. Di musim ini banyak sekali ditemukan jamur Barat yang bisa dimakan.

Pada rentang Desember-Februari, jamur barat biasa mekar dengan subur di bawah pepohonan besar yang ada di hutan. Saat itulah, tiba saatnya warga tepian hutan sekitar ramai-ramai berburu jamur barat.

Apabila beruntung, sekali berburu seharian bisa saja mendapatkan jamur Barat liar ini hingga 20 kilogram.

Namun untuk menemukan lokasi tumbuhnya jamur Barat liar ini terbilang susah-susah gampang. Tak semua tempat lembab di bawah pohon bisa ditumbuhi. Intensitas sinar matahari juga memiliki peran penting untuk lokasi tumbuhnya jamur ini.

“Tidak semua di bawah pohon ada. Biasanya tumbuh di tempat-tempat yang kurang sinar matahari. Tidak ada jaminan juga,” kata Yasan, 27, pemuda Desa Pojokklitih, Rabu (18/12).

Yasan mengaku, perburuan jamur Barat ini biasa dilakukannya disela-sela aktivitasnya merumput untuk pakan ternak miliknya.

Menurutnya, ada spot-spot yang sudah menjadi incarannya setiap musim penghujan tiba. Dalam sekali berburu, Yasan bisa mendapatkan sekantong plastik jamur Barat

Pernah juga, dia sampai mendapatkan hingga 15 kilogram.”Gak mesti juga sih, kadang cuman dapat sedikit. Ya cukup lah untuk lauk makan. Kalau banyak biasanya dibagi sama teman-teman,” imbuh Yasan.

Menurutnya, rasa jamur Barat ini lebih nikmat daripada jamur tiram yang biasanya dibudidayakan. Hanya digoreng saja, jamur Barat memiliki rasa yang lebih gurih. Rasanya hampir mirip dengan jamur Trucuk.

Tekstur jamur barat ini juga sedikit lebih alot jika dibandingkan dengan jamur budidaya. Namun, inilah yang menjadikan kenikmatan saat memakannya.

Ternyata, jamur barat ini juga laris manis di pasaran. Bahkan, harganya terbilang cukup mewah untuk seukuran kantong warga pedesaan. Di pasar setempat, jamur Barat ini biasa dibanderol seharga Rp 45 ribu hingga Rp 75 ribu per kilogramnya. Harga ini terbilang wajar karena mencarinya cukup sulit.

Kendati harganya mahal, Yasan mengaku enggan untuk menjualnya. Dia terlalu sayang untuk melepaskan kenikmatan jamur trucuk yang hanya bisa tumbuh musiman itu.

Selain itu, jamur Barat ini juga dipercaya memiliki segudang manfaat. “Nggak dijual, dimakan sendiri. Mencarinya susah karena hanya ada di musim hujan antara Januari-Februari saja. Selain itu jamur ini gurih meski tanpa garam. Protein dan zat besinya juga tinggi, bagus untuk dikonsumsi,” tandasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Teguh Setiawan


No More Posts Available.

No more pages to load.