Nakhodai Lagi INSA Surabaya, Stenven Siap Genjot Digitalisasi dan Daya Saing Pelayaran Jatim

oleh -92 Dilihat
WhatsApp Image 2026 08 01 at 3.58.42 PM
Stenven Handry Lesawengen (ist)

KabarBaik.co, Surabaya – Sektor pelayaran dinilai akan semakin berperan strategis dalam meningkatkan daya saing ekonomi Jawa Timur seiring meningkatnya aktivitas perdagangan, distribusi barang, dan logistik nasional. Untuk memperkuat peran tersebut, Stenven Handry Lesawengen kembali terpilih sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Indonesian National Shipowners’ Association (INSA) Surabaya periode 2026–2031 melalui Musyawarah Cabang (Muscab) yang digelar di Surabaya, Jumat (31/7).

Muscab yang diikuti 168 anggota itu menjadi momentum konsolidasi pelaku usaha pelayaran untuk memperkuat sinergi dalam mendukung kelancaran distribusi barang, meningkatkan efisiensi logistik, sekaligus memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai gerbang perdagangan kawasan timur Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adi Karyono, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Kepala KSOP Pelabuhan Utama Tanjung Perak, Executive Director Pelindo Regional 3, serta sejumlah perwakilan asosiasi kepelabuhanan dan logistik.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adi Karyono mengatakan potensi industri pelayaran di Jawa Timur sangat besar karena ditopang sejumlah pelabuhan utama yang menjadi simpul distribusi nasional. Menurutnya, kekuatan armada yang dimiliki anggota INSA merupakan modal penting dalam mendukung aktivitas perdagangan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Jawa Timur sebagai pintu gerbang Nusantara memiliki beberapa pelabuhan. INSA dengan 168 anggota, jika masing-masing memiliki sekitar 10 kapal, maka Jawa Timur memiliki potensi yang sangat besar,” ujarnya.

Ia menilai besarnya armada dan jaringan usaha anggota INSA mampu memperkuat konektivitas antardaerah, memperlancar arus logistik, serta meningkatkan daya saing sektor industri. Efisiensi distribusi juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran pasokan bahan baku maupun pengiriman hasil produksi ke berbagai wilayah dan pasar ekspor.

Sementara itu, Stenven Handry Lesawengen menegaskan bahwa INSA tidak hanya menjadi wadah perusahaan pelayaran, tetapi juga memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan rantai pasok nasional.

Menurutnya, aktivitas pelayaran berlangsung selama 24 jam dan menjadi salah satu penggerak utama roda perekonomian karena mendukung mobilitas barang di berbagai sektor usaha.

“Industri pelayaran memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi karena memastikan distribusi barang tetap berjalan. Peran ini perlu terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Stenven menjelaskan industri pelayaran memiliki efek berganda (multiplier effect) yang luas terhadap perekonomian. Sedikitnya terdapat 11 sektor usaha maritim yang saling terhubung, mulai dari jasa bongkar muat, transportasi darat, depo peti kemas, pergudangan, hingga berbagai layanan logistik lainnya.

Karena itu, pada periode kepemimpinannya hingga 2031, INSA Surabaya akan memfokuskan program kerja pada penguatan organisasi melalui digitalisasi layanan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta memperluas kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perguruan tinggi.

Menurutnya, transformasi digital menjadi kebutuhan agar industri pelayaran mampu memberikan layanan yang lebih efisien, transparan, dan berdaya saing di tengah perkembangan sektor logistik yang semakin dinamis.

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia mulai diwujudkan melalui kerja sama dengan STIAMAK Barunawati dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Program tersebut mencakup magang mahasiswa di perusahaan pelayaran, pengembangan kompetensi, serta keterlibatan pengurus INSA sebagai narasumber dalam seminar dan kegiatan akademik di bidang kemaritiman.

Humas STIAMAK Barunawati, Moh. Fail, menyambut baik kolaborasi tersebut karena dinilai dapat memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan industri.

“Kami menyambut baik kerja sama antara STIAMAK Barunawati dan INSA. Melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, mahasiswa memiliki kesempatan magang di perusahaan pelayaran, sementara praktisi INSA dapat berbagi pengalaman dalam berbagai forum akademik. Kami berharap kolaborasi ini semakin produktif dan mampu mencetak sumber daya manusia yang siap menjawab kebutuhan industri maritim,” ujar Fail. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.