Terminal Teluk Lamong dan ALFI Jatim Perkuat Kolaborasi, Dorong Efisiensi Logistik

oleh -235 Dilihat
WhatsApp Image 2026 06 12 at 5.08.36 PM
DPW ALFI/ILFA Jawa Timur saat mengunjungi PT Terminal Teluk Lamong (TTL)/ist

KabarBaik.co, Surabaya – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) terus memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha logistik guna mendorong efisiensi dan daya saing sektor logistik di Jawa Timur. Upaya tersebut diwujudkan melalui Forum Diskusi Strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA) Jawa Timur.

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara operator terminal dan pelaku usaha logistik untuk membahas berbagai tantangan industri sekaligus mencari solusi guna meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan dan kelancaran arus barang.

Dalam pertemuan itu, manajemen TTL dan pengurus DPW ALFI/ILFA Jawa Timur membahas sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan penguatan rantai pasok serta evaluasi berbagai program transformasi layanan yang telah dijalankan perusahaan.

Sebagai salah satu terminal petikemas modern terbesar di kawasan Indonesia Timur, TTL mencatat arus petikemas konsolidasi mencapai 2,19 juta TEUs sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi indikator tingginya kepercayaan pengguna jasa terhadap layanan terminal sekaligus mempertegas peran TTL sebagai salah satu simpul penting dalam jaringan logistik nasional maupun internasional.

Seiring meningkatnya volume petikemas, TTL terus melakukan berbagai inovasi untuk menjaga efisiensi operasional. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penerapan Truck Booking System (TBS) Stage 2 sejak Maret 2026.

Melalui sistem ini, kedatangan truk diatur berdasarkan slot waktu operasional selama empat jam sehingga arus kendaraan menuju terminal dapat lebih terdistribusi. Skema tersebut dinilai mampu mengoptimalkan utilisasi peralatan terminal sekaligus mengurangi antrean dan kepadatan di area gerbang masuk maupun lapangan penumpukan.

Tak hanya berfokus pada efisiensi operasional, TTL juga meningkatkan kenyamanan pengguna jasa melalui penyediaan Green Shelter Waiting Area. Fasilitas yang mampu menampung hingga 66 truk itu dilengkapi berbagai sarana pendukung seperti mushola, toilet, klinik, ruang induksi keselamatan, hingga layanan minuman gratis bagi pengemudi yang menunggu jadwal pelayanan. Langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan berbasis digital yang tengah dijalankan perusahaan untuk menciptakan operasional terminal yang lebih tertata dan ramah pengguna.

Di sisi lain, TTL juga terus melakukan optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan melalui penataan dan pengembangan tata letak yard yang lebih efektif. Strategi ini dilakukan untuk mengantisipasi pertumbuhan arus petikemas yang terus meningkat tanpa mengganggu kelancaran proses bongkar muat.

Optimalisasi kapasitas tersebut diharapkan mampu mempercepat pergerakan barang, meningkatkan produktivitas terminal, serta membantu menekan dwelling time yang selama ini menjadi salah satu indikator penting dalam efisiensi logistik nasional.

Dalam forum diskusi tersebut, DPW ALFI/ILFA Jawa Timur turut menyampaikan sejumlah masukan kepada manajemen TTL. Beberapa di antaranya terkait pengaturan slot pada sistem TBS, kebijakan toleransi waktu kedatangan truk, penyampaian informasi kondisi Yard Occupancy Ratio (YOR), pengembangan fitur notifikasi bagi pengguna jasa, hingga percepatan proses pemeriksaan fisik dan dokumen impor yang melibatkan berbagai instansi terkait.

Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David P. Sirait, mengatakan seluruh masukan dari pelaku usaha logistik akan menjadi bahan evaluasi perusahaan dalam meningkatkan kualitas layanan.

“Terima kasih atas seluruh masukan yang diberikan. Bagi kami, customer adalah konsultan terbaik. Seluruh usulan akan kami tindak lanjuti melalui kajian dan evaluasi bersama stakeholder terkait agar implementasinya dapat berjalan efektif, memberikan manfaat bagi pengguna jasa, serta tetap selaras dengan kebutuhan operasional dan kebijakan yang berlaku,” ujar David, Jumat (12/6).

Menurutnya, transformasi layanan logistik tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi yang kuat antara operator terminal, regulator, perusahaan pelayaran, pelaku usaha logistik, hingga asosiasi pengguna jasa agar ekosistem logistik nasional semakin efisien dan kompetitif.

“Transformasi layanan yang berkelanjutan hanya dapat terwujud melalui sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, kolaborasi dan masukan dari ALFI/ILFA memiliki nilai strategis bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi layanan yang mampu meningkatkan efisiensi logistik, memperkuat daya saing pelabuhan, dan memberikan nilai tambah bagi dunia usaha maupun perekonomian nasional,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum DPW ALFI/ILFA Jawa Timur, Sebastian Wibisono, mengapresiasi berbagai langkah yang telah dilakukan TTL dalam meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan.
Ia menilai keterbukaan manajemen TTL dalam menerima masukan dan membangun komunikasi dengan pelaku usaha menjadi modal penting untuk menciptakan perbaikan layanan yang berkelanjutan.

“Kami melihat komitmen nyata dari PT Terminal Teluk Lamong dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan, mulai dari implementasi Truck Booking System, penyediaan Green Shelter Waiting Area, hingga optimalisasi kapasitas lapangan penumpukan. Forum seperti ini sangat penting untuk terus dilakukan secara berkala sebagai sarana evaluasi dan koordinasi bersama,” ujarnya.

Sebastian optimistis kolaborasi yang semakin erat antara operator terminal dan pelaku usaha logistik akan memperkuat ketahanan ekosistem logistik Jawa Timur. Menurutnya, sektor logistik yang efisien dan kompetitif akan menjadi salah satu motor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tantangan perdagangan global yang semakin dinamis.

Melalui forum tersebut, PT Terminal Teluk Lamong menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem logistik yang terintegrasi, efisien, dan berdaya saing tinggi melalui kolaborasi aktif dengan seluruh pemangku kepentingan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Irma Hari Trisiawardani
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.