Nataru Dongkrak Kinerja Ritel, Sinyal Kuat Pemulihan Ekonomi

oleh -56 Dilihat
IMG 20251219 WA0018
Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kinerja industri ritel nasional tetap berada dalam tren pertumbuhan yang solid.

KabarBaik.co – Momen libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali menjadi penggerak utama roda konsumsi masyarakat. Bank Indonesia (BI) memproyeksikan kinerja industri ritel nasional tetap berada dalam tren pertumbuhan yang solid pada Desember 2025, seiring meningkatnya aktivitas belanja masyarakat di akhir tahun.

Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE), Indeks Penjualan Riil (IPR) pada Desember 2025 diprakirakan tumbuh sebesar 4,4 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Angka ini menjadi capaian tertinggi dalam hampir dua tahun terakhir, sekaligus menegaskan berlanjutnya pemulihan permintaan domestik.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, mengatakan kinerja positif tersebut terutama ditopang oleh sejumlah kelompok barang yang mencatat pertumbuhan signifikan.

“Kinerja penjualan eceran tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Bahan Bakar Kendaraan Bermotor,” ujar Ramdan, Rabu (14/1).

Tak hanya tumbuh secara tahunan, penjualan eceran juga menunjukkan lonjakan secara bulanan. BI memprakirakan penjualan ritel pada Desember 2025 meningkat 4,0 persen secara bulanan (month-to-month/mtm), jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan November 2025 yang tercatat sebesar 1,5 persen. Kenaikan ini sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan konsumsi masyarakat selama periode libur panjang.

Lonjakan penjualan secara bulanan tersebut didorong oleh mayoritas kelompok barang, dengan kontribusi besar berasal dari Peralatan Informasi dan Komunikasi serta Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya. Hal ini mencerminkan pola belanja konsumen yang memanfaatkan momentum akhir tahun untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, hiburan, hingga penunjang aktivitas digital.

Sebelumnya, pada November 2025, IPR secara tahunan juga mencatat pertumbuhan kuat sebesar 6,3 persen. Menurut BI, kinerja tersebut dipengaruhi oleh mulai meningkatnya permintaan masyarakat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, yang mendorong penjualan di berbagai kelompok barang.

Meski kinerja penjualan eceran menunjukkan tren yang positif, BI tetap mencermati potensi tekanan inflasi ke depan. Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) untuk Februari 2026 tercatat meningkat ke level 168,6 dari sebelumnya 163,2. Kenaikan ini dipengaruhi oleh ekspektasi masyarakat terhadap naiknya harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan 1447 Hijriah.

Namun demikian, BI memperkirakan tekanan inflasi jangka menengah, khususnya pada Mei 2026, cenderung mereda seiring upaya pengendalian inflasi dan terjaganya pasokan barang kebutuhan di pasar.

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Dani
Editor: Gagah Saputra


No More Posts Available.

No more pages to load.