KabarBaik.co, Jombang – Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, mendapat sorotan dari praktisi toleransi.
Mereka mengingatkan agar forum tertinggi NU tersebut terbebas dari intervensi politik praktis dan politik uang.
Praktisi toleransi dari Roemah Bhinneka Jawa Timur, Novi Wulandari atau Ning Novi, mengatakan Muktamar NU seharusnya menjadi ruang khidmat untuk bermusyawarah dan menentukan arah masa depan organisasi, bukan menjadi arena transaksi kepentingan kekuasaan.
“NU adalah rumah besar umat, bukan alat kekuasaan dan bukan pula arena transaksi kepentingan. Karena itu, seluruh proses Muktamar hendaknya dijauhkan dari intervensi politik praktis, tekanan kekuasaan, politik uang, serta segala bentuk tindakan yang dapat merusak kebebasan nurani para muktamirin,” ujar Ning Novi, Jumat (28/8).
Menurutnya, di tengah situasi konflik dan menguatnya kontestasi politik, Muktamar NU di Jombang harus tetap menjadi ruang untuk musyawarah, khidmat, dan ikhtiar bersama dalam menjaga masa depan jam’iyah.
Ning Novi yang juga pengurus Said Aqil Siraj (SAS) Center itu menilai perbedaan pilihan dalam Muktamar merupakan hal wajar dalam dinamika organisasi. Namun, persaudaraan, akhlak, kejujuran, dan kemaslahatan NU harus ditempatkan di atas kepentingan kelompok.
“Jabatan dalam NU bukanlah hadiah untuk diperebutkan, melainkan amanah berat untuk melayani umat, menjaga marwah ulama, dan meneruskan perjuangan para muassis,” tegasnya.
Dia mengajak seluruh pihak menahan diri dan menjaga suasana Muktamar tetap sejuk. Para muktamirin, kata dia, perlu diberi ruang untuk bermusyawarah secara merdeka, jernih, dan bertanggung jawab.
“Jangan sampai kecintaan kepada calon tertentu membuat kita mengorbankan persatuan dan keselamatan jam’iyah,” pesannya.
Ning Novi kemudian mendoakan agar Muktamar ke-35 NU menghasilkan pemimpin yang amanah, berilmu, berakhlak, serta mampu menjaga kemandirian dan kehormatan Nahdlatul Ulama.
“Ya Allah, selamatkanlah Nahdlatul Ulama, para ulama, para pengurus, dan seluruh jamaahnya. Satukan hati kami, jernihkan niat kami, dan bimbinglah Muktamar agar menghasilkan keputusan yang membawa maslahat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan. Amin ya Rabbal ‘alamin,” pungkasnya.






