KabarBaik.co – Pemerintah Kabupaten Jember bersama DPRD Kabupaten Jember menggelar Sidang Paripurna Istimewa dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-97 Kabupaten Jember. Momentum ini menjadi panggung bagi
Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan arah baru Jember yang lebih mandiri secara fiskal dan berorientasi pada hasil nyata.
Gus Fawait menekankan bahwa peringatan sejarah bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi untuk melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu. Ia membawa visi besar bertajuk Jember Baru.
Gus Fawait memaparkan dua kado istimewa bagi warga Jember di usia ke-97 ini. Mulai dari Integrasi Papuma-Watu Ulo dan PAD Tembus Rp 1 Triliun.
“Kita berkomitmen memperkuat kemandirian fiskal tanpa membebani masyarakat. Strateginya adalah menutup kebocoran dan optimasi potensi. Saya yakin PAD bisa mencapai Rp 1,3 hingga Rp 1,5 triliun dalam lima tahun ke depan tanpa menaikkan tarif pajak,” katanya, Sabtu (3/1).
Memasuki awal 2026, Gus Fawait langsung tancap gas dengan menerapkan sistem evaluasi ketat bagi seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Setiap kepala OPD wajib memaparkan target program dan rencana serapan anggaran tiga bulan ke depan serta menjalani evaluasi berkala setiap tiga bulan yang melibatkan DPRD (Komisi C).
Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar mutasi atau pergeseran jabatan, memastikan orang yang tepat di tempat yang tepat demi percepatan pembangunan infrastruktur agar tidak menumpuk di akhir tahun.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Jadi ke-97 kali ini digelar secara khidmat dengan selamatan dan doa bersama sebagai bentuk empati terhadap bencana alam di Sumatera, sesuai arahan Presiden.
Menutup pidatonya, Gus Fawait mendeklarasikan tahun 2026 sebagai Tahun Pembuktian setelah fase pemanasan di tahun 2025.
“Mudah-mudahan di tahun 2026, angka kemiskinan kita bisa turun di bawah 200 ribu. Ini adalah target psikologis yang belum pernah tercapai dalam satu dekade terakhir. Ini saatnya pembuktian,” tutupnya. (*)






