KabarBaik.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi terus melakukan penanganan pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah. Hingga Selasa (16/12) pagi, BPBD telah menyalurkan 1.500 nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan sarapan warga terdampak banjir.
Selain menyalurkan bantuan logistik, BPBD juga mengerahkan satu unit alat berat jenis eskavator untuk membersihkan sedimen dan lumpur yang menutup akses jalan desa akibat luapan sungai. Pembersihan difokuskan pada wilayah yang terdampak cukup parah agar aktivitas warga dapat kembali berjalan normal.
Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, mengatakan penanganan pascabanjir saat ini difokuskan pada pemulihan akses warga serta upaya pencegahan banjir susulan.
“Kami sudah menyalurkan sekitar 1.500 nasi bungkus untuk warga terdampak. Alat berat juga kami turunkan untuk membersihkan lumpur dan sedimen yang menutup jalan,” ujarnya.
BPBD Banyuwangi juga melakukan evakuasi terhadap tiga warga yang sempat terjebak di sekitar kandang ayam di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar. Ketiganya terisolasi akibat luapan Kaliwagud yang naik secara tiba-tiba.
“Proses evakuasi berjalan lancar dan seluruh warga berhasil dalam kondisi selamat,” terangnya.
Untuk mengantisipasi banjir kembali terjadi, BPBD bersama pihak terkait telah membuat tanggul sementara di sejumlah titik rawan. Selain itu, dilakukan pembenahan jalur air dengan membuka alur sungai dan saluran yang tertutup sedimen serta lumpur.
Ke depan, BPBD menilai diperlukan pembangunan tanggul permanen sebagai langkah mitigasi jangka panjang. Menurut Danang, tanggul idealnya memiliki ketinggian sekitar tiga meter guna menahan luapan air sungai saat curah hujan tinggi.
“Kondisi banjir mulai surut sejak Selasa dini hari. Meski demikian, warga diimbau tetap waspada mengingat cuaca dan debit air sungai yang masih berpotensi berubah,” terangnya.







