KabarBaik.co – Alokasi LPG bersubsidi 3 kilogram (kg) untuk Kota Batu tahun ini mengalami penurunan sebesar 0,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun ini, Kota Batu menerima pasokan sebanyak 12.540 metrik ton (MT), turun dari alokasi pada 2025 lalu yang mencapai 12.648 MT.
Subag Sumber Daya Alam (SDA) Bagian Perekonomian dan SDA Kota Batu, Wolok mengatakan, penurunan tersebut tidak signifikan dan dipastikan tidak berdampak besar terhadap ketersediaan LPG bersubsidi di masyarakat. “Tahun ini memang ada penurunan pasokan LPG 3 kilogram di Kota Batu. Penurunannya hanya sekitar 0,8 persen, sehingga alokasi yang diterima menjadi 12.540 MT. Secara keseluruhan masih aman,” ujar Wolok, Jumat (23/1).
Wolok menegaskan, selama ini distribusi LPG 3 kg di Kota Batu berjalan lancar dan tidak pernah mengalami kelangkaan. Pemerintah daerah terus memantau penyaluran agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi. “Selama ini pasokan relatif aman dan tidak pernah sampai terjadi kekosongan. Harapannya, penyesuaian ini tidak berdampak pada masyarakat,” katanya.
Sebagai daerah tujuan wisata dengan banyak pelaku usaha mikro, kebutuhan LPG bersubsidi di Kota Batu tergolong tinggi. Untuk mengantisipasi lonjakan permintaan pada momen tertentu, seperti libur panjang dan hari besar keagamaan, Pemkot Batu terus berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga dan Hiswana Migas.
“Biasanya ada penambahan pasokan atau extra dropping dari Pertamina maupun Hiswana saat momen libur panjang atau hari besar keagamaan,” jelas Wolok.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa penetapan kuota LPG bersubsidi merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM.
“Terkait besaran kuota LPG bersubsidi, Pertamina Patra Niaga menyalurkan sesuai penugasan dari pemerintah. Penentuan kuota mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah berdasarkan usulan pemerintah daerah,” tegas Ahad.
Dengan koordinasi lintas pihak tersebut, Pemerintah Kota Batu optimistis distribusi LPG 3 kg tetap terkendali dan mencukupi kebutuhan masyarakat, meskipun terjadi penurunan alokasi secara kuantitas. (*)







