KabarBaik.co, Sidoarjo – Proyek pembangunan flyover Gedangan terus dikebut Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Saat ini, proses pembangunan memasuki tahapan penting, yakni pengajuan peta bidang tanah terdampak proyek kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) Sidoarjo M. Makhmud mengatakan, sebanyak 122 bidang tanah telah diajukan untuk proses pemetaan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum proses penilaian atau appraisal dilakukan.
“Sekarang prosesnya pengajuan peta bidang ke BPN. Mudah-mudahan dalam dua sampai tiga minggu ini selesai, setelah itu kami bisa melanjutkan ke proses appraisal,” ujarnya, Jumat (14/8).
Dari total 122 bidang yang terdampak, Makhmud merinci terdapat 12 bidang berupa tanah kosong, saluran air dan jalan. Kemudian, delapan bidang rumah tinggal, 25 ruko, 70 rumah usaha, dua rumah dinas, satu rumah ibadah, serta empat kantor.
Pembebasan lahan menjadi salah satu tahapan krusial dalam pembangunan flyover Gedangan. Sebab, proyek tersebut dirancang untuk mengurai kemacetan yang selama ini kerap terjadi di kawasan perempatan Gedangan.
Flyover Gedangan nantinya diproyeksikan memiliki panjang sekitar 447 meter dengan lebar 18 meter. Sementara lebar setiap lajurnya mencapai 3,5 meter. Total kebutuhan lahan untuk pembangunan proyek tersebut sekitar 23.169 meter persegi yang berada di sisi timur.
Pemkab Sidoarjo telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 450 miliar untuk kebutuhan pembebasan lahan. Pada 2026, sebesar Rp 200 miliar telah dialokasikan, sedangkan pada 2027 disiapkan Rp200 miliar untuk pelunasan dan tambahan Rp 50 miliar melalui APBD.
Makhmud berharap proses pembebasan lahan dapat berjalan lancar sehingga pembangunan fisik Flyover Gedangan bisa segera dilaksanakan. Pemkab Sidoarjo pun menargetkan proyek strategis tersebut dapat rampung pada 2027.
“Harapannya dengan sinergi semua pihak, proses pembebasan lahan bisa segera tuntas sehingga target penyelesaian Flyover Gedangan pada 2027 dapat tercapai,” pungkasnya.(*)







