Pemkab Bojonegoro Gelontorkan Rp 8,32 Miliar untuk Keluarga Miskin dan Anak Stunting

oleh -76 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 13 at 15.28.10
Wabup Bojonegoro, Nurul Azizah, memberikan bantuan ke KPM bansos. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro menggelontorkan anggaran sebesar Rp 8,32 miliar dari APBD 2026 untuk program bantuan sosial (bansos). Bantuan tersebut disalurkan kepada ribuan keluarga miskin dengan fokus utama meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Penyaluran bansos dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, di Kecamatan Gayam, Senin (13/4) . Program ini menyasar langsung Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdata secara nasional.

Sebanyak 8.973 keluarga miskin menerima bantuan kemiskinan ekstrem dengan nilai Rp 900 ribu per keluarga. Total anggaran yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 8,07 miliar. Bantuan tersebut diharapkan mampu meringankan beban kebutuhan dasar sekaligus menjadi stimulus awal bagi keluarga untuk bangkit secara ekonomi.

Nurul Azizah menjelaskan, penyaluran bansos mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencatat sekitar 57 ribu kepala keluarga di Bojonegoro. Data ini menjadi dasar kebijakan pemerintah dalam lima tahun ke depan untuk mendorong kemandirian ekonomi warga miskin.

Salah satu upaya nyata adalah program Gayatri (Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri), yang dirancang untuk membantu keluarga miskin memiliki sumber penghasilan berkelanjutan.

Selain kemiskinan, pemerintah daerah juga memberi perhatian serius pada penanganan stunting. Sebanyak 102 keluarga menerima bantuan khusus stunting dengan total Rp2,4 juta per keluarga yang disalurkan dalam empat tahap.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro menunjukkan terdapat 1.186 anak stunting di Bojonegoro. Namun, setelah disesuaikan dengan kriteria penerima bantuan, hanya 102 keluarga yang dinyatakan layak menerima bantuan pada tahun ini.

Kepala Dinas Sosial Bojonegoro, Agus Susetyo, menegaskan bahwa pemutakhiran data DTSEN menjadi kunci agar bantuan benar-benar tepat sasaran. “Dengan data yang valid dan akurat, bantuan sosial bisa disalurkan secara transparan dan efektif untuk mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem,” ujarnya.

Dalam penyaluran simbolis di Kecamatan Gayam, sebanyak 153 keluarga menerima bantuan kemiskinan ekstrem dan 5 keluarga menerima bantuan stunting. Meski simbolis, pemerintah memastikan distribusi akan menjangkau seluruh penerima yang telah ditetapkan.

Program bansos ini tidak hanya berfungsi sebagai bantuan jangka pendek, tetapi juga diharapkan menjadi pijakan bagi keluarga miskin untuk mandiri. Dengan kombinasi bantuan langsung dan program pemberdayaan, Pemkab Bojonegoro menargetkan penurunan signifikan angka kemiskinan ekstrem serta peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.