KabarBaik.co, Bojonegoro – Pemkab Bojonegoro berupaya mendekatkan tempat penugasan ASN dengan domisili atau tempat tinggal mereka. Kebijakan tersebut menjadi salah satu pesan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono saat melantik 504 ASN dalam acara Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan bagi Kepala Sekolah dan Jabatan Fungsional Tertentu.
Pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Malowopati Bojonegoro dan diikuti secara virtual oleh peserta dari unit kerja masing-masing. Dari total 504 ASN yang dilantik, sebanyak 155 orang menduduki jabatan kepala sekolah, sedangkan 349 lainnya dilantik dalam jabatan fungsional tertentu.
Pelantikan dipimpin langsung Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, didampingi Wakil Bupati Nurul Azizah, Sekretaris Daerah Edi Susanto, serta jajaran asisten dan staf ahli bupati.
Dalam arahannya, Setyo Wahono menyampaikan selamat kepada seluruh ASN yang mendapat amanah jabatan dan tempat penugasan baru. Ia menegaskan, Pemkab Bojonegoro berusaha agar pergeseran tempat tugas tidak membuat ASN harus bekerja terlalu jauh dari tempat tinggalnya.
“Dari yang bergeser tempat penugasan diusahakan agar tidak jauh-jauh dari rumah. Maka kami berpesan kepada kepala sekolah karena tugas kepala sekolah bukanlah beban yang ringan,” kata Wahono, Jum’at (21/8).
Menurutnya, upaya mendekatkan tempat kerja dengan domisili ASN diharapkan dapat memberikan kenyamanan sekaligus mendukung kinerja aparatur dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Khusus kepada para kepala sekolah yang baru dilantik.
Wahono mengingatkan bahwa jabatan tersebut memiliki tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan masa depan generasi bangsa. Ia menyebut tenaga pendidik memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas generasi mendatang. Guru, kata dia, merupakan orang tua kedua bagi siswa, sementara kepala sekolah memiliki posisi sebagai sosok yang dituakan dan menjadi teladan bagi para guru.
“Harus siap menjadi contoh, itu yang paling berat. Harus mampu menjadi fasilitator, memenuhi sarana prasarana untuk siswa,” ujarnya.
Wahono juga meminta kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif. Mereka harus mampu memberikan semangat kepada guru dan siswa, memantau perkembangan peserta didik, sekaligus melakukan evaluasi terhadap proses pendidikan di sekolah.
Selain itu, kepala sekolah dituntut mampu memberikan keteladanan, baik melalui perilaku maupun ucapan dalam menjalankan tugas sehari-hari.
Di sisi lain, Pemkab Bojonegoro berkomitmen memberikan dukungan melalui penyediaan fasilitas maupun peningkatan kesejahteraan. Para kepala sekolah dan tenaga pendidik juga diminta terus mengikuti perkembangan zaman, terutama dalam pemanfaatan perangkat digital dan teknologi yang berkembang semakin pesat.
“Selamat berjuang untuk generasi kita,” imbuh Wahono.
Dengan pelantikan tersebut, Pemkab Bojonegoro berharap para pejabat baru dapat segera menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, sekaligus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bojonegoro. (*)








