Pemuda Bojonegoro Sulap Pertanian Jadi Profesi Keren dengan Sentuhan Teknologi

oleh -32 Dilihat
WhatsApp Image 2025 09 17 at 10.18.18
Fatkhul Ilma (bertopi) saat memanen tanamanya di grenhouse. (Foto: Shohibul Umam)

KabarBaik.co – Di tengah anggapan bahwa pertanian adalah dunia yang tradisional dan kurang diminati generasi muda, sosok Fatkhul Ilma (28), pemuda asal Desa Bendo, Kecamatan Kapas, hadir membawa warna baru. Melalui Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Djoyo Tani yang ia dirikan, Ilma membuktikan bahwa pertanian bisa menjadi profesi keren, modern, sekaligus menjanjikan.

Perjalanan Ilma dimulai saat ia berusia 23 tahun. Dari sebuah greenhouse mungil berukuran 4×6 meter, ia melakukan riset untuk menemukan komoditas yang paling potensial di pasar. Pilihannya jatuh pada cabai dan melon. Dari situlah, eksperimennya berkembang menjadi usaha serius. “Alhamdulillah, tiap kali panen hasilnya bagus,” katanya mengenang awal perjuangan, Rabu (17/9).

Keputusan menerapkan sistem pertanian modern terbukti jitu. Melalui greenhouse, Ilma bisa memanen melon hingga 5–6 kali setahun, jauh lebih tinggi dibandingkan pertanian tradisional. Produktivitas meningkat, serangan hama berkurang, sementara pemasaran sudah ditopang pembeli tetap yang rutin menyalurkan hasil panennya ke pasar.

Bukan hanya sekadar menanam, Ilma juga menerapkan konsep hilirisasi. Ia menanam komoditas sesuai kebutuhan pasar agar hasil tidak melimpah sia-sia. “Kami fokus pada tanaman yang konsumtif dan punya peluang diterima pasar, seperti cabai dan melon,” jelasnya.

Kini, delapan greenhouse berdiri di lahan Ilma. Empat berfungsi untuk produksi skala industri, sementara empat lainnya menjadi laboratorium riset. Dari satu greenhouse, ia mampu menghasilkan omzet hingga Rp 30 juta per panen dengan keuntungan bersih Rp 10–15 juta.

Semangat belajar juga membuatnya semakin matang. Ia pernah mengikuti program smart farming di Korea Selatan yang digelar pemerintah Korea bekerja sama dengan pemerintah Indonesia. Pengalaman itu memperkaya wawasannya dalam mengintegrasikan teknologi dengan dunia pertanian. Prestasinya pun diakui. Pada 2022, Ilma meraih juara 2 Pemuda Pelopor Nasional.

Lebih dari sekadar berbisnis, Ilma juga ingin berbagi ilmu. Melalui P4S Djoyo Tani, ia membuka ruang belajar bagi mahasiswa, pelaku usaha, hingga masyarakat umum. Mereka bisa magang dan mempraktikkan langsung sistem pertanian modern. Baginya, pertanian masa depan harus digerakkan bersama-sama, termasuk oleh generasi muda.

Kerja kerasnya membuahkan hasil manis. Pada Agustus 2025, P4S Djoyo Tani meraih penghargaan bergengsi sebagai P4S Teladan dari Kementerian Pertanian. Penghargaan itu menjadi bukti bahwa inovasi dan komitmen Ilma mampu menginspirasi sekaligus meningkatkan kualitas hidup petani di Bojonegoro.

“Pertanian itu penting, bahkan strategis. Kalau kita mau maju, harus mulai sekarang dengan cara yang tepat,” tegasnya. Lewat dedikasi dan inovasi, Ilma telah mematahkan stigma lama. Ia menunjukkan bahwa pertanian bukan sekadar tradisi, tetapi masa depan yang menjanjikan, modern, produktif, dan menguntungkan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Shohibul Umam
Editor: Hairul Faisal


No More Posts Available.

No more pages to load.