Pengujian Kualitas Air Sungai Dilakukan Perhutani dan Perum Jasa Tirta I Mojokerto

oleh -2458 Dilihat
66a82678 180c 41ed a192 be7242785d1b
Pengujian Kualitas Air Sungai Dilakukan Perhutani dan Perum Jasa Tirta I Mojokerto. (Foto: Aliwf W)

KabarBaik.co – Pengambilan sampel untuk uji laboratorium kualitas air sejumlah sungai yang di wilayah kerja Perhutani KPH Mojokerto dilakukan Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mojokerto bekerja sama dengan Perusahaan Umum (Perum) Jasa Tirta I Mojokerto, Senin (5/8).

Kegiatan ini dilakukan di Kali Lamong, Petak 11B, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Grenjengan, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kambangan, serta di Petak 51, RPH Babadan, BKPH Mantup, Lamongan.

Kepala Perhutani KPH Mojokerto, melalui Kepala Sub Seksi Kesehatan, Keselamatan, Keamanan, dan Lingkungan (K3L) Soelistyatno, mengatakan apresiasi kepada Perum Jasa Tirta I Mojokerto atas respon cepat dalam melakukan uji laboratorium kualitas air sungai di lingkup kerja Perhutani KPH Mojokerto.

“Pengujian ini sangat penting untuk mengukur kualitas air dan memastikan bahwa air dari sungai-sungai tersebut aman untuk kebutuhan sehari-hari serta konsumsi. Ini juga merupakan bagian dari program prioritas dalam kebijakan Contingency Plan bidang K3L,” ungkap Soelistyatno.

Ia berharap bahwa hasil uji laboratorium ini akan bermanfaat bagi masyarakat sekitar hutan. “Dengan adanya uji laboratorium ini, diharapkan kita semua dapat memberikan kontribusi yang positif terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat,” imbuhnya.

Wahyu Prianggara dari Perum Jasa Tirta I menyarankan agar kegiatan uji laboratorium dilakukan secara rutin setahun sekali, baik untuk mata air maupun sungai, guna mengukur kadar kualitas dan kelayakan air sungai.

Pengujian dilakukan untuk melihat kadar fosfat, nitrit, nitrat, suhu, dan total dissolved solid (TDS). Hasilnya, kadar fosfat masih di atas baku mutu dengan angka 1,0 miligram/liter. Sedangkan baku mutu untuk air sungai kelas 2 hanya 0,2 mg/liter.

Sedangkan untuk indikator nitrat, nitrit, suhu, dan TDS masih di bawah baku mutu. Seperti nitrat yang tercatat 5 mg/l, serta nitrit yang tercatat 0 mg/l. Pada umumnya, nitrat dan nitrit menentukan kadar cemaran limbah organik dalam air.

“Rata-rata pada uji laborat sebelumnya yanh melebihi baku mutu hanya pada fosfatnya. Kemungkinan bisa dari limbah rumah tangga. Kalau misal cemaran dari limbah organik, pasti nitrat dan nitritnya juga tinggi,” ungkapnya.

Meski kondisi perairannya cenderung lebih sehat, tidak menutup kemungkinan adanya cemaran dari sampah di dalam aliran sungai. Seperti yang kerap ditemui di bawah jembatan yang melintang di atas sungai.

“Peran krusial kualitas lingkungan dalam standar air bersih. Kami berharap semua pihak yang bergerak di bidang lingkungan dapat konsisten dalam memperhatikan kondisi lingkungan di sekitarnya,” tandas Wahyu. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Alief W
Editor: Andika DP


No More Posts Available.

No more pages to load.