Perkuat Wisata Religi, Pemkot Surabaya Akan Tata Kawasan Makam Taman Bungkul

oleh -195 Dilihat
WhatsApp Image 2026 04 16 at 2.31.42 PM
Plt Kepala Disbudporapar Surabaya

KabarBaik.co, Surabaya– Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) terus mematangkan penataan kawasan makam di Taman Bungkul dan sekitarnya. Langkah ini diambil untuk memperkuat fungsi kawasan tersebut sebagai destinasi wisata religi unggulan sekaligus menjaga kelestarian nilai historisnya sebagai cagar budaya.

Rencana revitalisasi ini merupakan tindak lanjut dari perhatian publik pasca inspeksi mendadak (sidak) pada pertengahan Januari lalu, serta hasil dengar pendapat (hearing) bersama Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Disbudporapar Surabaya, Heri Purwadi, menyatakan bahwa saat ini proses revitalisasi tengah berjalan dengan melibatkan koordinasi intensif antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Update-nya, kawasan tersebut akan dibuat lebih bersih dan tertata karena merupakan bagian dari cagar budaya. Penataan dilakukan baik dari sisi pengelolaan makam maupun Sentra Wisata Kuliner (SWK) di sekitarnya,” ujar Heri saat memberikan keterangan pada Kamis (16/4).

Heri menjelaskan bahwa pembenahan ini bertujuan menciptakan lingkungan yang lebih rapi dan nyaman. Targetnya, Taman Bungkul tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi magnet bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin berziarah.

Meski progres terus berjalan, pihak Pemkot belum menetapkan jadwal pelaksanaan fisik secara mendetail. Saat ini, Disbudporapar masih fokus melakukan koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP/Cipta Karya) serta pengelola SWK.

“Ini masih berproses. Kami belum bisa menentukan waktu pasti, namun diharapkan dalam waktu dekat masyarakat sudah dapat melihat perubahan signifikan di kawasan Taman Bungkul,” imbuhnya.

Terkait dampak sosial, Pemkot Surabaya mengedepankan pendekatan persuasif kepada warga yang menempati area sekitar makam. Heri menyebutkan bahwa mayoritas warga telah memahami status lahan tersebut sebagai aset pemerintah dan bersikap kooperatif terhadap rencana penataan.

“Komunikasi terus kami lakukan. Sejauh ini, warga menyatakan kesediaannya jika dilakukan penataan maupun relokasi,” ungkap Heri.

Ke depan, sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat diharapkan menjadi kunci agar revitalisasi ini berjalan tanpa konflik. Pemkot Surabaya berkomitmen mengelola seluruh aset cagar budaya secara optimal demi memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi warga Kota Pahlawan. (*)

Cek Berita dan Artikel kabarbaik.co yang lain di Google News

Kami mengajak Anda untuk bergabung dalam WhatsApp Channel KabarBaik.co. Melalui Channel Whatsapp ini, kami akan terus mengirimkan pesan rekomendasi berita-berita penting dan menarik. Mulai kriminalitas, politik, pemerintahan hingga update kabar seputar pertanian dan ketahanan pangan. Untuk dapat bergabung silakan klik di sini

Penulis: Sugiantoro
Editor: Imam Wahyudiyanta


No More Posts Available.

No more pages to load.